Masjid Nurjannah, Saksi Bisu Pertobatan Pecandu Narkoba - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masjid Nurjannah, Saksi Bisu Pertobatan Pecandu Narkoba

Masjid Nurjannah, Saksi Bisu Pertobatan Pecandu Narkoba

Written By Mang Raka on Jumat, 02 Juni 2017 | 17.42.00

CIBUAYA, RAKA - Tidak banyak yang tahu jika di Karawang utara ada tempat rehabilitasi narkoba. Jika biasanya lokasi penyembuhan para pecandu berbau rumah sakit, tapi ini justru di masjid.
Masjid yang dimaksud adalah Masjid Nurjannah. Berada tepat di bibir pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Pedes. Namun sayang, masjid yang didirikan oleh H Adang asal Garut dan Abdul Choliq asal Jawa tengah, itu tidak lagi dijadikan tempat pengobatan para pecandu narkoba sejak tahun 2005.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurjannah Abdul Choliq mengatakan, masjid yang nyaris tergerus abrasi itu dibangun pada tahun 2002, sebagai cabang dari tempat rehabilitasi Cikarang, Bekasi. Mereka berdua sengaja mencari tempat untuk membangun masjid, disesuaikan dengan keadaan alam sekitar, agar para pecandu bisa merasakan kenikmatan pertobatan dan beribadah dengan dibarengi deburan ombak. Selain itu, para korban penyalahgunaan narkoba tersebut dimandikan di pantai sampai mereka benar-benar sembuh.  "Ternyata metode ini sudah teruji di Perancis. Kita tahu setelah melihat di internet, sebelumnya kita tidak menyangka kalau metode sudah banyak dilakukan di luar negeri. Dan memang di Indonesia masih tabu," katanya kepada Radar Karawang.
Aktivitas di masjid sama halnya dengan masjid pada umumnya. Tidak ada yang aneh dan tidak mengajak jemaah untuk melakukan hal yang diluar daripada kewajiban dan sunah rasulnya. Namun, masjid ini menyediakan 12 kamar yang sengaja dibangun untuk masyarakat yang berniat tirakat ataupun itikaf. Posisi kamar berada di atas masjid dengan 2 kamar dari 6 sudut berbeda. "Banyak orang kesini yang ingin itikaf, dan lainnya. Ya saya biarkan saja, karena memang sengaja disediakan," ungkapnya.
Namun seiring berjalannya waktu, naiknya air laut dari tahun ke tahun semakin tinggi. Meski masjid ini tidak pernah kebanjiran sampai ke dalam, namun ketika air pasang dan kondisi cuaca yang kurang bagus, batu penahan atau dam terasa diguncang. Akibatnya, dam sebelah kiri sudah mulai memgalami pengikisan.  Ia berharap kepada pemerintah agar dam tersebut segera diperbaiki, mengingat masjid ini sangat bermanfaat sebagai sarana ibadah masyarakat setempat.
Radi (55) warga setempat mengungkapkan, masjid yang dibangun pada tahun 2002 ini menurutnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan ibadah masyarakat. Belum lagi dengan posisi masjid yang dibangun tepat di belakang rumahnya, secara tidak langsung bisa meredam hantaman ombak yang datang dari laut. "Alhamdulillah, selain tempat beribadah, semenjak adanya masjid, walaupun suka rob atau banjir, tidak membuat rumah kita terkena langsung ombak. Karena masjid ini bisa menghalangi ombak yang datang," kata dia. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template