Masjid Jamiatul Amal Kokoh Tanpa Tiang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masjid Jamiatul Amal Kokoh Tanpa Tiang

Masjid Jamiatul Amal Kokoh Tanpa Tiang

Written By ayah satria on Selasa, 06 Juni 2017 | 20.24.00

Peninggalan Orde Baru, Dikenal Masjid Soeharto

TEMPURAN, RAKA - Dikenal sebagai Bapak Pembangunan, Presiden Soeharto memang tak lekang dari ingatan masyarakat, termasuk warga di Kecamatan Tempuran.
Pasalnya, segudang prototype pembangunan masih banyak berdiri kokoh di Karawang. Salah satunya adalah Masjid Jamiatul Amal di Dusun Baros RT 12/02, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran. Arsitektur masjid yang mampu menampung seribu jemaah ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu tanpa tiang.
Pelaku sejarah pembangunan Masjid Jamiatul Amal, Amil Ugih mengatakan, di tahun 1988 dirinya akrab dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tempuran bernama Naif Damanhuri. Kala itu, Naif adalah pemilik lahan tanah bersama warga lainnya di Dusun Baros. Saat itu, kebetulan camat setempat memberitahukannya ada program dari negara untuk pembangunan masjid-masjid besar, yang saat itu akrab dengan nama "Masjid Soeharto".
Spontanitas, tak lama lahan-lahan milik H Naif dan warga lainnya dibeli dan siap-siap pengajuan. Tak lama berselang, benar saja bantuan Masjid Soeharto itu turun dan dibangunkan oleh tim pekerja langsung dari Jakarta. Kecuali sebut Ugih, urusan tanah dan pengarugan di lahan 50X50 meter tersebut yang ditanggung swadaya tokoh dan masyarakat setempat. "Saya dan kepala KuA ditawari program Masjid Soeharto, ya kita ambil dan ajukan. Alhamdulillah dikabulkan," ujarnya.
Lebih jauh Ugih menambahkan, disebut Jamiatul Amal, itu penamaan dari masyarakat sendiri. Karena artinya adalah pembangunan sebelum fisik itu adalah berkat amal, dukungan dari jemaah. Meski semasa pembangunan masjid itu dilakukan arsitek dan pekerja dari Jakarta. Bahkan, yang membuatnya dan masyarakat kagum kala itu, adalah masjid dibangun tanpa tiang, karena semuanya berpancangkan dari pondasi dan sekat-sekatnya saja.
Belum ada sambung Ugih, di masanya bahkan saat ini yang bisa membuat masjid tanpa tiang. Di dalam dan di luar ruangan dengan ketinggian bangunan sekitar hampir 20 meteran. Walhasil, masjid ini diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada 8 Agustus 1982 lewat tanda tangan prasasti bersamaan dengan masjid-masjid serupa, yang prototypenya sama. Seperti Masjid At Tin Pedes, Masjid Lailatul Qodar Desa Ciwulan Kecamatan Telagasari, dan beberapa masjid lainnya di Karawang. "Saat dikontrol, semua bangunannya sama tanpa tiang. Sangat khas dengan tiga perundak atap di atasnya. Itu ada di beberapa kecamatan, tapi saya lupa," ungkapnya.
Meski dinamai Masjid Jamiatul Amal, masyarakat dimanapun tetap mengenangnya sebagai Masjid Soeharto. Walaupun Presiden RI ke 2 itu belum pernah datang ke Tempuran. Sebab, tanda tangan yang dibubuhkannya pada prasasti tersebut diantarkan wakil-wakil utusannya ke masjid.
Hingga saat ini, masjid yang sudah tiga kali renovasi ini masih terus diisi berbagai kegiatan keagamaan, mulai pengajian, kantor-kantor pusat kecamatan seperti MUI, BAZ dan DKM, juga beragam kegiatan lainnya. "Sudah tiga kali renovasi, sekarang mah pake tiang di luarnya. Dulu dalam dan luar tanpa tiang, ini keistimewaannya," pungkasnya.
Kades Pancakarya Atta Sutisna Jilun mengatakan, Masjid Jamiatul Amal berdiri sejak Desa Pancakarya belum ada, karena masih masuk wilayah Desa Tanjungjaya. Melihat sejarahnya, Masjid Soeharto tidak saja menjadi pusat kegiatan keagamaan dari Desa Pancakarya, akan tetapi juga menjadi ikon Kecamatan. Dimana ratusan pejabat muspika, ribuan siswa SMP, pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan ibadah seperti Jumatan dan salat fardhu di masjid ini." Masjid Soeharto ini jadi Ikon Kecamatan tempuran, walaupun saat ini sudah banyak masjid-masjid yang lebih mewah," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template