Masjid Al Mujahidin, Tempat Pejuang Menyusun Strategi Perang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masjid Al Mujahidin, Tempat Pejuang Menyusun Strategi Perang

Masjid Al Mujahidin, Tempat Pejuang Menyusun Strategi Perang

Written By Mang Raka on Rabu, 14 Juni 2017 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA - Karawang kaya akan sejarah. Selain di wilayah utara yang terkenal dengan peristiwa Rengasdengklok pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia, di wilayah selatan juga tidak kalah revolusionernya.
Bedanya, di wilayah selatan tepatnya di Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, dijadikan basis para pejuang kemerdekaan. Mereka menetap di Masjid Al Mujahidin.
Menurut keterangan dari beberapa tokoh masyarakat, masjid yang biasa disebut Masjid Jamie Cacaban ini didirikan pada zaman kolonial Belanda. Yaitu pada bulan Juni tahun 1937. Jika melihat tahun pendirian masjid itu, artinya Desa Cintalanggeng termasuk desa tertua di Kecamatan Pangkalan (sebelum adanya pemekaran Kecamatan Tegalwaru).
Masjid yang dulunya musola itu menjadi saksi bisu sejarah penting bagaimana pejuang kemerdekaan Indonesia melawan penindasan kolonial. Selain dijadikan tempat ibadah, juga dijadikan tempat menyusun strategi. Ustad Adhom (77), salah satu tokoh Islam di desa tersebut menyampaikan, masjid yang dulunya musala ini hampir ambruk karena termakan usia. Meski tidak ada yang tahu berapa umur pastinya masjid tersebut, namun berdasarkan cerita yang pernah didengarnya, pada tahun 1937 warga sekitar dibantu tentara membuat utuh kembali musola itu. "Beberapa pejuang dari Jawa Tengah pernah menumpang istirahat di musola yang menjadi masjid ini," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (13/6) kemarin.
Adhom mengatakan, setelah perang usai warga pun mulai mengubah musola itu menjadi masjid. Terlebih di desanya banyak yang sudah sukses menjadi orang berpengaruh. "Bahkan ada yang sampai menjadi seorang komandan batalyon di Jawa Timur," tuturnya.
Ia melanjutkan, akhirnya warga secara swadaya membangun masjid itu menjadi lebih megah. Dan hingga kini masjid seluas 300 meter persegi itu menjadi masjid jame besar dengan bangunan yang cukup kuat. "Sekarang selain untuk ibadah salat, dipergunakan juga oleh para pemuda Ikatan Remaja Masjid melakukan kegiatan kerohanian, dan tempat masyarakat melangsungkan pernikahan," ungkapnya. (Yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template