Masjid Al Karomah Konsisten Jaga Tradisi Lama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masjid Al Karomah Konsisten Jaga Tradisi Lama

Masjid Al Karomah Konsisten Jaga Tradisi Lama

Written By Mang Raka on Sabtu, 10 Juni 2017 | 14.00.00

Tanpa Pengeras Suara, Jamaah Selalu Banyak

PURWAKARTA, RAKA - Masjid Al Karomah yang terletak di Kampung Cibogolembur, Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, tidak seperti mesjid pada umumnya. Meski berdiri kokoh, sejak didirikan pada tahun 1965, masjid ini tidak dilengkapi dengan pengeras suara.
Dari sisi arsitektur, bangunan masjid ini layaknya rumah biasa. Tanpa kubah atau speaker yang biasa dipasang di atap luar bangunan. Namun saat waktu salat tiba, muazin menunaikan tugasnya mengumandangkan azdan.
Meski suara adzan hanya terdengar di lingkungan sekitar mesjid, jumlah jamaah yang datang selalu banyak. "Dari awal masjid ini berdiri pada tahun 1965 sampai sekarang tidak memakai pengeras suara untuk salat atau pengajian," ujar KH Badrudin (80), pengurus masjid itu kepada Radar Karawang, Jumat (9/6).
Untuk mengumandangkan adzan menurutnya, tidak perlu menggunakan pengeras suara. Sebab menurutnya umat Islam sudah paham kapan waktu menjalankan ibadah salat. "Kalau sudah dikumandangkan oleh muazin memanggil umat Islam, tentunya mereka pasti sadar waktunya salat," beber pria yang akrab dipanggil Bah Haji ini.
Di wilayah tersebut, masjid tersebut merupakan pusat bagi umat muslim di wilayah itu, termasuk menjalankan ibadah salah Jumat. Tradisi tanpa pengeras suara di mesjid ini berbeda dengan kebanyakan masjid.
Pemandangan lain yang biasa dilakukan umat Islam di dalam masjid ini, sebagian besar jamaahnya membaca Alquran, atau berzikir menjelang masuknya waktu salat. "Dengan bangunan seperti ini tidak mengurangi warga untuk ibadah," sambungnya.
Salah seorang jamaah, Said (35) mengatakan, hampir setiap akan menjalankan ibadah salat warga di desa tersebut tidak memerlukan pengeras suara. Sebab katanya, dalam Islam masyarakat sudah mengerti dan paham kapan waktu beribadah. "Warga di sini disesuaikan dengan waktunya ibadah saja, sebab tidak mungkin waktu dzuhurnya jadi jam 10 pagi," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template