Lebaran Perangkat Desa Terancam Gagal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lebaran Perangkat Desa Terancam Gagal

Lebaran Perangkat Desa Terancam Gagal

Written By Mang Raka on Sabtu, 03 Juni 2017 | 15.00.00

- Honor Tiga Bulan Belum Dibayar

PURWAKARTA, RAKA - Tiga bulan honor penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa di Kabupaten Purwakarta belum juga dibayar. Tiga bulan honor itu yakni, Maret, April dan Mei 2017, sementara Siltap bulan Januari, Februari sudah dibayarkan.
Seperti diketahui, setiap bulannya, kepala desa di Purwakarta mendapat honor sekitar Rp 3 juta lebih dan RT sekitar Rp 700 ribu. Hanya saja, untuk triwulan pertama 2017, honor itu belum cair. Salah satu perangkat desa di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Deden (46), mengeluhkan keterlambatan honor. "Belum cair, apalagi sekarang bulan puasa. Kebutuhan meningkat untuk dapur," kata Deden.
Ia mengusulkan, agar honor siltap dibayarkan per bulan, tidak per tiga bulan seperti yang berlaku saat ini. Pasalnya, dengan dibayarkan setiap tiga bulan, kadang ia berutang pada kerabat atau rekannya. Hal senada juga dikatakan Dadan (30), perangkat desa di Kecamatan Sukatani. Menghadapi bulan Ramadan, kata Dadan, banyak kebutuhan tak terduga. Namun honor siltap yang tak kunjung cair memaksa ia meminjam uang kepada kerabat dan rekannya. "Kalau bisa untuk bulan Maret, April bisa turun biar kita bisa ikut lebaran," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, menjelaskan honor kepala desa, RT hingga RW akan segera dicairkan dalam beberapa pekan ke depan. "Sekarang sedang diproses pencairan untuk honor kepala desa, perangkat desa, linmas, RW hingga RT. Sekitar pekan depan lah," ujar Norman
Ia mafhum banyak para penerima honor yang mengeluhkan belum cairnya honor yang dibayarkan per tiga bulan tersebut. Honor siltap ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Purwakarta dan dana bagi hasil dari Pemprov Jabar. "Tiap tahun juga suka ada yang mengeluh. Tapi tiap tahun selalu dibayarkan, tidak pernah tidak dibayar. Nanti juga setelah dibayarkan, tidak lagi banyak yang ngeluh," katanya.
Ia menambahkan, siltap ini merupakan kebijakan daerah yang bersumber salah satunya dari PAD. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Purwakarta untuk memproses pencairan tersebut. "Penyebab telat ini kan kami harus menyesuaikan dengan pendapatan yang ada. Apalagi, dalam satu bulan saja anggaran yang disiapkan sebesar Rp 9.5 miliar," katanya. Ia menegaskan setiap tahun, siltap selalu dibayarkan (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template