Kos-kosan Harus Kantongi IMB - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kos-kosan Harus Kantongi IMB

Kos-kosan Harus Kantongi IMB

Written By ayah satria on Selasa, 06 Juni 2017 | 20.39.00

KARAWANG, RAKA - Untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat tanpa terkecuali yang berada di Kecamatan Klari, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang tengah mempersiapkan sistem pelayanan perizinan online. Hal itu untuk meningkatkan pelayanan dan menghindari oknum calo saat mengurus perizinan.
Kepala DPMPTSP Karawang, Dedi Ahdiat mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan sistem aplikasi pelayanan perizinan online dan rencananya itu akan digunakan pada akhir tahun ini. “Saat ini ada staf DPMPTSP yang sedang mengikuti pelatihan tentang sistem pelayanan perizinan dan jika sudah selesai maka kami akan menyiapkan perangkatnya,” katanya, Senin (5/6).
Menurut Dedi, sistem aplikasi ini nantinya akan mempermudah pengusaha dalam mengurus perizinan di Karawang. Jadi semua persyaratannya sudah tertera diaplikasi itu dan harus diisi sesuai data, jika semua persyaratannya terpenuhi maka untuk mengambil cetakan hasil izin itu bisa diambil ke kantor DPMPTSP. “Jadi kami akan mempermudah pengusaha dalam melakukan investasi di Karawang,” terangnya.
Dedi menambahkan, Kabupaten  Karawang merupakan kabupaten yang terbesar kedua se  Indonesia  dalam hal investasi. Sebab, total investasi yang masuk  dari luar maupun dari dalam negeri mencapai Rp 23,419 triliun pada tahun 2016. “Kami berharap nilai investasi itu akan terus meningkat jika pelayanannya ditingkatkan,” ucapnya.
Diakuinya,  investasi yang paling tinggi dari investasi yang masuk masih di dominasi oleh sektor industri yang mencapai 80 persen. Selebihnya adalah perumahan, mall, dan jasa lainnya. Saat ini Karawang masih menjadi magnet untuk dunia industry, karena investasi yang masuk adalah industri. “Tenaga kerja yang diserap dari banyaknya investasi yang masuk Karawang mencapai 5.963 orang,” terangnya.
Dedi berharap, kedepan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) agar meningkatkan pajak asli daerah (PAD). Sebab banyak PAD dari retribusi izin yang berada di DPMPTSP hilang karena pencabutan kewenangan seperti HO dan izin penangkapan ikan yang ditarik ke provinsi. “Kita kehilangan potensi daerah untuk perizinan itu hampir Rp 25 miliar, jadi kami akan bekerjasama dengan Bapenda agar bisa memaksimalkan pajak,” katanya.
Salah satu kerjasama yang dianggap dapat meningkatkan PAD, lanjut Dedi, adalah  mendorong tempat parkir karyawan agar harus memiliki izin, selanjutnya kos-kosan harus melengkapi IMB dan lainnya. “Kami sudah sampaikan rencana ini dan akan direalisasikan pada tahun ini,” ungkapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template