Kenalan di Facebook, Diajak Ketemu, Bocah SMP Digilir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kenalan di Facebook, Diajak Ketemu, Bocah SMP Digilir

Kenalan di Facebook, Diajak Ketemu, Bocah SMP Digilir

Written By Mang Raka on Rabu, 07 Juni 2017 | 12.00.00

KLARI, RAKA - Nasib nahas menimpa bocah perempuan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Klari. Sebuh saja Bunga. Umurnya baru 14 tahun, tapi sudah menjadi korban pencabulan 4 orang pemuda secara bergiliran pada malam Minggu (4/6) lalu.
Menurut Kepala Dusun Karanganyar Andri, korban yang masih duduk di bangku SMP, itu bermula berkenalan dengan pelaku di media sosial facebook. Karena penasaran, akhirnya mereka janjian untuk saling bertemu. "Pelaku datang dan menjemput ke rumah korban malam Minggu sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka sebelas motor," ujar Andri kepada Radar Karawang, Selasa (6/6).
Kemudian pulang pada Minggu 02.00 WIB dinihari. Tetapi saat ditanya orangtuanya, Bunga tidak menjawab apa-apa. Tetapi di pagi harinya, saat tetangganya bertanya ternyata diberikan penjelasan. Bunga akhirnya mengakui telah digauli oleh empat orang yang menjemput dirinya di rumah. Perbuatan bejat itu dilakukan di gubuk dan di tengah-tengah sawah. "Menurut korban, digauli di saung (gubuk) oleh dua orang. Dan di sawah juga dua orang. Jadi semuanya empat orang," ujarnya.
Setelah diketahui gadis belia itu menjadi korban pencabulan, orangtuanya langsung membawa Bunga ke Polres Karawang. Untuk memastikan bahwa Bunga menjadi korban pencabulan, maka Bunga dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan visum. "Tapi sayang, waktu kami datang ke RSUD sekitar jam limaan (sore), dokter visumnya gak ada. Info dari orang RSUD, dokternya sedang sakit, sudah empat hari gak masuk," bebernya.
Atas kejadian tersebut, akhirnya kasus yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian terhambat. Karena belum ada hasil visum.  Sementara Kepala Desa Karanganyar Henry Irawan mengaku geram dengan perlakuan RSUD Karawang. Pasalnya, rumah sakit yang mendapat predikat bintang lima itu ternyata tidak sesuai dengan predikat yang didapatnya. "Seharusnya ada dokter visum yang jaga. Jadi kalaupun dokternya sakit, harus ada dokter visum lain yang bisa memberikan pelayanan," tegasnya.
Atas kondisi tersebut, korban terpaksa kembali ke rumahnya, tetapi pada Selasa (6/6), karena kondisi korban cukup menghawatirkan, dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. Setelah itu kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bayuasih Purwakarta. "Korban kejang-kejang dan pingsan terus. Makanya sekarang dibawa ke RS Bayuasih Purwakarta. Disana mau sekalian divisum. Makanya pihak kepolisian juga ikut ngawal," ujarnya.
Untuk pelaku sendiri, pemerintah desa setempat masih belum mengetahui secara pasti berasal dari mana. Sedangkan informasi yang didapat menurut Kades Iwan, sapaan akrab Kades Karanganyar, pelaku yang dikenal oleh korban hanya dua orang yaitu U dan R.(zie)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Astagfirullah,..masih anak2 tapi sudah bejat,...tah polisi harus gerak cepat dong,tangkap si pelaku,..jgn smpe kasus ini di liput tv,..baru mau bergerak.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template