Kassiti, Masjid Bermacam Mazhab di Buana Tamansari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kassiti, Masjid Bermacam Mazhab di Buana Tamansari

Kassiti, Masjid Bermacam Mazhab di Buana Tamansari

Written By Mang Raka on Kamis, 22 Juni 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Berada di tengah pemukiman yang heterogen, ternyata tidak membuat Masjid Kassiti jadi tempat adu kuat. Masjid seluas 700 meter persegi di Perumahan Buana Tamansari justru menjadi tempat pemersatu umat, meski terdapat bermacam mazhab.
Terlebih saat bulan Ramadan, perbedaan jumlah rakaat salat tarawih juga disikapi dengan sangat indah. Para jamaah yang sebagian besar adalah warga perumahan, tidak memaksakan kehendak. Mereka malah mempersilahkan jamaah salat tarawih plus witir sebelas rakaat berada di barisan paling depan, setelah selesai baru jamaah 23 rakaat maju ke barisan depan. "Di kami kalau mau tarawih itu ada dua kloter. Jadi kami persilahkan dulu jemaah dari Muhammadiyah yang sebelas rakaat sama witir, berada di barisan depan beserta imamnya. Setelah mereka tuntas, baru barisan jemaah yang terbiasa 23 rakaat tarawihnya berpindah tempat kedepan untuk melanjutkan," ungkap Endang Suratno Wibowo, ustad Masjid Kassiti kepada Radar Karawang saat ditemui di lokasi, Rabu (21/6) pukul 16.30 WIB.
Menurut Endang, nama masjid juga sangat unik. Karena diambil dari dua nama orangtua developer perumahan yang berada di Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur. "Masjid Kassiti didirikan sejak tahun 2009. Untuk sejarah penamaan masjid ini, mengambil dari kedua orangtua developer perumahan ini pak Joko. Dia yang memberikan masjid ini mengambil dari nama kedua orangtuanya, yaitu pak Kassan dan bu Siti, jadi digabung Kassiti," ujarnya.
Endang melanjutkan, beragam kegiatan di bidang keagamaan rutin dilakukan berbagai kalangan. Hal tersebut menjadikan bukti, bahwa masjid tersebut tidak terbilang sepi. "Apalagi di bulan Ramadan, kita selalu ada berbagai kegiatan seperti tadarus, buka bersama, dan pengajian yang dihimpun dalam komunitas pemuda zikir. Dan itu rutin diagendakan," katanya.
Dia menyampaikan, saat ini keberadaan pemuda zikir menjadi titik fokus para pengurus masjid tersebut. Hal itu dilakukan, agar para pemuda di sekitar lingkungan perumahan dapat melakukan banyak hal positif. "Kami juga sedang menjaring para pemuda untuk aktif di pengajian rutin kami. Alhamdulillah sudah banyak bersedia. Adapun slogan kita sebagai pengurus itu, ada yang meski dicatat, yakni bersatu dalam akidah, berjamaah dalam ibadah, bertoleransi dalam khilafiah, bekerja sama dalam dakwah," tandasnya. (ian)

Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. 11 rakaat bagus....23 rakaat lebih bagus....yang tidak taraweh itu yang tidak bagusssss...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template