Kacau... Ingin Dapat Rutilahu Harus Bayar Dulu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kacau... Ingin Dapat Rutilahu Harus Bayar Dulu

Kacau... Ingin Dapat Rutilahu Harus Bayar Dulu

Written By ayah satria on Senin, 12 Juni 2017 | 15.42.00

TIRTAJAYA, RAKA - Sudah punya rumah reot, mau roboh, sekalinya ingin dapat bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) mesti harus bayar dulu sejumlah uang jutaan rupiah. Padahal, bagi warga tak mampu, jangankan untuk bayar rutilahu, untuk makan sehari-hari pun sulit. Itulah yang dirasakan sejumlah warga di Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya. Bantuan rutilahu di desa ini, Diduga, ada kongkalikong antara calo dan pelaksana rutilahu untuk memilih calon penerima rutilahu.
Seperti yang dikatakan Kenjon (62), warga Dusun Tanjungkerta, RT 009/003, Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya, dirinya mengaku sudah 2 kali mengajukan proposal melalui aparatur desa. Namun, sampai saat ini ia hanya bisa tertegun lesu dan berharap tidak pasti. Pasalnya, agar rumahnya bisa dibangunkan melalui program rutilahu, ia dipintai uang Rp 2 juta oleh pihak pelaksana. "Kata Pak Ipin dan temennya, kalau rumah saya mau dibangun dan dibedah rumah harus membayar dulu Rp 2 juta. Saya mah boro-boro uang 2 juta, buat makan aja susah," keluhnya kepada Radar Karawang, Minggu (11/6) kemarin.
Dikatakannya, rumah yang hanya dihuni oleh sepasang suami istri tersebut sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, rumah tersebut merupakan tanah pribadi turun-temurun dari orangtuanya terdahulu dan tidak alasan untuk tidak dibangunkan. Padahal, kondisi dinding bilik rumahnya yang bolong-bolong, juga atap yang disulam dengan plastik. Belum lagi dengan posisi rumahnya yang sudah miring dihiasi tiang-tiang penyangga untuk menahan rapuhnya atap. "Lihat aja ke dalam, tiang di mana-mana, karena sudah mau roboh, saya mah takut kalau datang musim hujan dan angin, kalau pengen mah saya pengen banget rumah saya dibangun," harapnya.
Di tempat berbeda, Toih atau biasa disapa Ne'an, warga Dusun Kobakbambu, Desa Medankarya yang rumahnya berhasil dibangun melalui program rutilahu mengatakan, ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak terkait yang sudah membenahi rumahnya menjadi rumah yang kokoh dan layak untuk ditempati. Kendatipun harus dibebani dengan utang, ia mengaku sangat bersyukur. "Kalau diibaratkan dengan gunung, lebih besar rasa senang saya," ungkapnya.
Namun, diwaktu senggang ke depan ia harus membayar utang kepada pelaksana rutilahu yang sudah ia sepakati sebelumnya. Pasalnya, kendatipun tidak membayar secara langsung, ia mengaku rela membayar kepada pihak pelaksana rutilahu. "Katanya kalau sudah punya uang saya harus bayar, tapi gak gede juga. Karena kalau sengaja membangun rumah kaya gini, gak cukup uang 5 juta," akunya.
Sedangkan ketika Radar Karawang berusaha mengkonfirmasi kepala desa, yang bersangkutan sedang diluar. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template