Jalur Mudik di Perumnas Rawan Laka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalur Mudik di Perumnas Rawan Laka

Jalur Mudik di Perumnas Rawan Laka

Written By Mang Raka on Sabtu, 03 Juni 2017 | 15.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Jalan Bharata yang menjadi jalur utama perlintasan pemudik di depan Perumnas Telukjambe, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur berbahaya untuk dilintasi. Selain berbatu dan berkeroak jalan itu juga licin karena berlumpur.

Memang saat ini tengah dilakukan perbaikan di beberapa titik jalan utama di sebagian jalan Karawang, seperti yang dilakukan di Selatan Karawang tepatnya di jalan akses Telukjambe Barat. Namun kini persoalan jalan rusak yang belum diselesaikan malah dekat dengan zona perkotaan seperti yang ada di akses jalan utama Telukjambe Timur seperti di Perumnas Telukjambe. Jalan yang berkeroak dan objek material yang terbuka menimbulkan rasa was-was pengguna jalan.
Seperti diungkapkan Benkbenk (30) warga Perumnas yang setiap hari melintasi jalan itu, Jumat (2/6) menyebutkan jalan rusak itu tak kunjung diperbaiki hingga kini. Padahal sudah menuai protes pengguna jalan yang di ekspresikan melalui sosial media. Dirinya berharap pemerintah sigap tanggapi persoalan tersebut. "Sudah banyak pengguna jalan yang protes mereka ekspresikan melalui sosial media. Semestinya pemerintah sigap karena sekarang sudah tidak lagi musim hujan," paparnya.
Lain lagi dengan, wawa (33) pedagang buah-buahan disekitar Perumnas Telukjambe sudah berkali-kali warga yang mengais rezeki menutupi jalan yang rusak itu namun tidak kunjung dipersoalkan oleh pemerintah agar bisa diperbaiki. Memang diakuinya sebelumnya pemerintah melalui mobil bak terbuka plat merah memperbaiki jalan hanya menutup dengan material. "Yang saya tahu hanya ditutup oleh material batu dan pasir saja lalu ditutup dan gelinding oleh mesin namun tidak diberi aspal ataupun di beton, akibatnya hujan turun deras material pun terbawa kembali akhir nya rusak lagi, ya sudah beberapa motor yang alami kecelakaan di jalan tersebut," katanya.
Sementara dijelaskan Oyim (40) tokoh masyarakat sekitar persoalan jalan menjadi sengketa antara pemerintah dan pengembang untuk persoalan perbaikan dan perawatannya hingga kini belum kunjung ada solusi. "Kalau begitu terus yang merasakan dampak yang pasti warga pengguna jalan, ini mesti ada solusinya agar tidak terus seperti sekarang ini.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, jalan yang rusak diperkirakan mencapai panjang 30 sampai 50 meter, lalu aspal pun terbuka hingga lebar satu sampai dua meter. Antrean kendaraan pun kadang tidak bisa terhindar lagi terlebih saat jam pulang karyawan hingga antrian bermeter-meter. (yfn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Di cilamaya saja yang benerin bukan pemda karawang... Tapi pegawai dari pertamina... Terima kasih pertamina... Pemda karawang, ingat bulan ramadan doa orang yang kena musibah di jabah, kalau ada yang kecelakaan terus ngdoa yang ga-ga sama yang kerja di pemda gimana... Semoga di beri hidayah (kapan karawang dapat pemimpin kaya bupati purwakarta dengan tegas memimpin para bawahan di pemda hingga purwakarta jadi luar biasa di mata indo dan luar negeri)

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template