Hari Ini Truk Dilarang Melintas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hari Ini Truk Dilarang Melintas

Hari Ini Truk Dilarang Melintas

Written By Mang Raka on Senin, 19 Juni 2017 | 15.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan waktu larangan melintas bagi angkutan barang atau truk pada musim mudik Lebaran 2017. Larangan tersebut berlaku mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadhi melarang kendaraan angkutan barang beroperasi dan penutupan jembatan timbang selama Lebaran 2017. Hal ini tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menhub Nomor 22/20. Larangan kendaraan angkutan barang beroperasi dan penutupan jembatan timbang dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas menjelang dan setelah Lebaran.
Larangan kendaraan angkutan barang beroperasi efektif mulai 18 Juni 2017 (H-7) pukul 00.00 WIB hingga 10 Juli (H+7) pukul 24.00 WIB. Kendaraan angkutan barang yang dimaksud adalah kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, truk kontainer, serta truk pengangkut barang yang memiliki sumbu lebih dari dua.
Untuk petugas diminta tegas mengimplemantasikan larangan itu langsung di lapangan. Meski hal itu jarang berlaku di wilayah Selatan Karawang, bahkan terkesan diabaikan.
Karenanya pemerintah melalui dinas perhubungan mesti menindak kendaraan-kendaraan yang masih saja membandel beroperasi. Truk-truk tersebut kadang beroperasi hingga ke wilayah Kaligandu, Desa Wanakerta dan memasuki kawasan perbatasan Bekasi melalui akses kawasan Cikarang.
tokoh masyarakat Desa Wanakerta Yanto (49) menegaskan jika para pemilik truk di selatan Karawang jarang mengindahkan larangan aktivitas kendaraan berat jelang lebaran dan setelah lebaran. Mereka seolah tidak mau tahu dengan undang-undang yang disediakan pemerintah. "Mereka seolah sebodo amat, soalnya berkali-kali setiap tahun, dua hari sebelum Idul fitri, masih saja ada kendaraan seperti dump truk beroperasi memasuki kawasan Cikarang lintas Kaligandu. Harapan kami sebagai warga sudah seharusnya Dishub tegas," tandasnya.
Sementara Endang (50) pemilik warung yang juga tokoh masyarakat dan pemuda Desa wanasari menyampaikan jika dirinya akan berbuat serius jika masih ada kendaraan yang seolah tidak mengindahkan larangan truk besar beroperasi. Dirinya menegaskan jika akan masuki Idul fitri warga menginginkan rasa nyaman dan aman. "Saya bingung mereka apa kurang mendapat informasi lengkap atau bagaimana ya, setiap tahun paling saja H-1 baru jarang truk yang lewat. Padahal, lanjut Endang,  ketentuannya H-7," katanya.
Kalau begitu terus, tambah Enddang, pengguna jalan tidak akan pernah merasa nyaman. Terlebih kalau sore hari kan banyak warga yang ngabuburit mereka kan pengen nyaman, dan juga kalau malam hari pemudik lalulalang, memadati jalan utama, kalau truk masih beroperasi saja bikin khawatir pengguna jalan khususnya motor. Harapan kami pemerintah Kabupaten Karawang mesti tegas menghadapi persoalan itu jangan sampai malah akan berakibat fatal, warga atau pemudik yang nekat menghentikan aktivitas truk-truk tersebut," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Harusnya ada razia,..tilang bagi truk yang masih beroperasi,h-7 dan h+7 lebaran,... mobil box juga tuch harus di tilang,..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template