Gaji Guru Ngaji tak Manusiawi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gaji Guru Ngaji tak Manusiawi

Gaji Guru Ngaji tak Manusiawi

Written By Mang Raka on Rabu, 07 Juni 2017 | 14.30.00

-Hanya Rp 100 Ribu per Bulan

KOTABARU, RAKA - Guru ngaji adalah profesi yang sangat mulia. Pelita bagi anak-anak muslim. Berkat para guru ngaji inilah, generasi muda bisa membaca Alquran, mengaji, dan mengkaji keilmuan. Namun, keberadaan guru ngaji masih dipandang sebelah mata.
Meski Pemerintah Kabupaten Karawang sudah menganggarkan untuk insentif, tapi jumlahnya masih kecil. Yaitu Rp 1,2 juta per tahun. Artinya hanya Rp 100 ribu per bulan. Parahnya, mereka harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan honor tersebut.
Seperti yang terlihat di kantor Kecamatan Kotabaru, kemarin. Menunggu dan saling berdesakan mewarnai pendistribusian insentif guru ngaji.
Salah satu guru ngaji di Dawuan, Umar mengatakan, pembagian insentif guru ngaji tersebut mungkin akan berjalan sampai sore bahkan malam. Sebab, kali ini pembagian tersebut dibagikan disesuaikan dengan daerah pemilihan (dapil) masing-masing. "Dapil 5 semuanya dibagikan di satu tempat disini (kantor Kecamatan Kotabaru) semua. Wajar kalau penuh juga, dari pagi belum selesai sampai sekarang juga," katanya kepada Radar Karawang.
Untuk jumlah pembagian honor guru ngaji tersebut, masih sama dengan tahun lalu yaitu sebesar Rp 1.200.000 per tahun. Artinya hanya Rp 100 ribu per bulan. Tidak ada penambahan maupun pengurangan. Namun permasalahan saat pembagian masih saja terjadi. Misalnya kata dia, masih banyak guru ngaji yang belum mendapatkan insentif tersebut. Karena dari setiap dusun di wilayah masing-masing, tidak semua guru ngaji mendapatkan haknya itu. Ada yang menggunakan sistem bagi rata dan sitem bergantian setiap tahunnya. "Dibagikannya kan setahun sekali. Jadi masalah saat pembagian masih saja ada," ungkapnya.
Dia menjelaskan, dari perdusun misalnya hanya mendapatkan jatah tiga guru ngaji, namun dari satu dusun tersebut ada sebanyak tujuh guru ngaji. Maka wajar saja jika pembagian dari masing-masing guru ngaji ada yang dapat dan tidak. Namun hal tersebut bisa diminimalisir jika dari semua guru ntgaji bisa bermusyawarah terlebih dahulu. "Masalahnya tetap seperti itu aja. Ada yang belum mengerti dan belum dimusyawarahkan di masing-masing dusun setempat," tuturnya.
Sementara petugas lapangan pembagian insentif guru ngaji, Agus mengaku tidak mengetahui dan tidak mau tahu permasalahan tersebut. Bahkan untuk dimintai jumlah guru ngaji yang mendapatkan insentif, dirinya enggan untuk memberikan informasi tersebut. "Saya tidak tahu, saya hanya menjalankan tugas pembagian saja," ujarnya. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template