Belajar Merawat Taman ke Purwakarta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belajar Merawat Taman ke Purwakarta

Belajar Merawat Taman ke Purwakarta

Written By ayah satria on Senin, 12 Juni 2017 | 15.54.00

KLARI, RAKA - Penghijauan yang dilakukan Pemda Karawang dengan menggandeng perusahaan dinilai tidak berhasil. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pepohonan yang mati tidak terawat disepanjang jalan arteri Klari - Purwasari.
Karenanya, Ketua komisi C DPRD Karawang Elievia Khrissiana, ST, mengajak dinas terkait untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Tetangga yakni Purwakarta untuk belajar konsep pertamanan. "Semunaya harus jelas. Saya sebagai ketua komisi C malu. Masa taman di karawang hanya seperti itu saja," ujar Elievia kepada Radar Karawang, Minggu (11/6).
Menurutnya studi banding urusan pertamanan tidak usah jauh-jauh. Cukup ke Purwakarta saja karena disana sudah jelas terlihat ada penataan yamg baik. Bahkan bisa membuat Taman Sribaduga yang saat ini menjadi salah satu icon Purwakarta. "Purwakarta sudah membuat puluhan taman. Kalau di Karawang tumbuhan yang ada saja pada mati. Tidak terawat," ujarnya.
Dia menyampaikan di Purwakarta, anggaran pemeliharaannya mencapai miliaran rupiah, sehingga taman-taman yang dibuat benar-benar indah, bisa menjadi daya tarik warga luar untuk berkunjug ke Purwakarta. Dengan demikian, perekonomian masyarakat bisa berkembang. UMKM yamg menjadi perekonomian masyarakat kecil semakin kuat. Bahkan perusahaan-perusahaan di Purwakarta cukup kooperatif untuk bisa sama-sama membangun daerah. "Kalau karawang kan tidak jelas. Konsep tamanmya tanpa tematik. Kemudian taman yang dibangun dengan anggaran pemda dan perusahaaan juga terlihat tumpang tindih," ujarnya.
Memurutnya, kalau APBD tidak bisa dipotensikan secara maksimal untuk pertamanan maka ada potensinlakn yang sangat bisa dimanfaatkan. Yaitu dengan mengajak perusahaan-perusahaan untuk membangun taman-taman. "Pemda buatkan sajangambarnya. Konsep tamannya. Terus berikan perusahaan untuk membangunnya," ujarnya.
Terutama, tambah Elievia, pertamanan di area perkotaan sehingga pengunjung yang datang ke karawang bisa merasa nyaman dan karawang bisa menjadi tempat berkunjung warga yamg mau berwisata. "Dimulainya dari perkotaan dan gerbang-gerbang masuk karawang," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Ramon Wibawalaksana, mengakui bahwa kondisi pohon dan pot yang dipasang dipembatas jalan perkotaan itu banyak yang mati dan rusak. Terutama diruas jalan Purwasari - Klari. Karenanya pihaknya akan segera mengganti pot yang sudah rusak dan kembali menanami pohon bagi pot yang pohonnya mati. "Rencananya sekarang (dalam waktu dekat) akan direhab pot-potnya dan ditanami kembali," ucap Ramon.
Sementara anggaran untuk program tersebut untuk tahun ini tidak sama seperti saat pertama dibuat. Karena hanya menggunakan APBD, sedangkan waktu pertama dibuat dibantu oleh perusahaan melalui anggaran CSR. "Anggarannnya pakai APBD sekarang," katanya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template