Air Irigasi Batujaya Luber - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Air Irigasi Batujaya Luber

Air Irigasi Batujaya Luber

Written By ayah satria on Senin, 12 Juni 2017 | 15.41.00

BATUJAYA, RAKA- Irigasi yang membentang sepanjang wilayah Kecamatan Batujaya, kondisinya sudah luber dan tidak mampu menampung debit air dari hulu. Kondisi tersebut membuat warga sekitar khawatir tanggul jebol karena tak kuat menahan air. Diperlukan adanya penanganan khusus dari pemerintah untuk menghindari bencana.
Kondisi tanggul yang dinilai kecil, harus segera dinormalisasi, mengingat debit air tidak bisa diprediksi, bisa membludak kapan saja. "Beginilah kondisinya, airnya penuh sedangkan tanggulnya kecil, kami minta segera dinormalisasi atau dibuatkan turap-turap untuk menahan air ini," terang Darsiti, warga Desa Telukambulu kepada Radar Karawang.
Saluran yang melewati sedikitnya 6 desa di Kecamatan Batujaya tersebut, kondisinya saat ini memang rawan jebol. Karena tanggul disepanjang irigasi tersebut sangat kecil dan debit air dari Rengasdengklok cukup besar, menjadikan sepanjang saluran tersebut luber. Padahal sepengetahuannya, baru tahun kemarin saluran irigasi tersebut telah dinormalisasi oleh PJT 2 Rengasdengklok. "Kalau dilihat kondisi sekarang memang saluran irigasi tersebut seolah tidak mampu menampung debit air yang melintas, sehingga memerlukan normalisasi atau pengerukan," ujarnya.
Bahkan, menurutnya, di Desa Telukambulu, air sudah luber dan merendam jembatan dan badan jalan yang berada disisi lainnya. Karena memang jalan tersebut berada di bawah permukaan air, sementara disisi satunya pun tanggul sudah diberikan karung-karung oleh warga untuk menahan air. Untuk penanganan dan penanggulangannya, ia meminta kepada pihak PJT 2 Rengasdengklok segera bertindak cepat.
Camat Batujaya, Rohmana, mengatakan, ada lima desa yang sering diluberi air irigasi, yaitu Desa Telukambulu, Karyabakti, Batujaya, Baturaden dan Segaran. Padahal, tahun lalu irigasi ini sudah dinormalisasi. "Solusinya perlu pengaturan debit air dari hulu," paparnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala PJT2 Rengasdengklok Dudung mengatakan, memang benar untuk saluran irigasi di Kecamatan Batujaya arah Kecamatan Pakisjaya saat ini kondisinya sedang luber. Hal tersebut menurutnya, akibat saat ini di wilayah Rengasdengklok sampai dengan Batujaya sedang musim panen, sehingga tidak ada petani yang menggunakan air. Alhasil debit air pun tinggi sampai Batujaya dan bahkan Pakisjaya. "Sekarang sedang panen, jadi airnya tidak bisa dialirkan ke saluran sekunder, tapi gak bakalan lama sih, soalnya kan mau nyawah lagi," ungkapnya.
Tetapi, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar tetap tenang karena pihaknya sedang berusaha untuk mengurangi debit air yang masuk ke wilayah Batujaya. Dan untuk selanjutnya, ia meminta kepada masyarakat, agar ketika diadakan pengerukan kembali, tanah hasil pengerukan tesebut tidak diambil, dan bisa dipergunakan untuk peninggian tanggul, agar terhindar dari bahaya banjir hasil dari luberan air irigasi tersebut. "Kami serba salah, karena memang saat ini sedang panen, jadi para petani di Renagsdengklok dan Batujaya tidak menggunakan air, adapun upaya yang kami lakukan dengan mengurangi debit air yang masuk ke Batujaya, karena untuk normalisasi baru tahun kemarin kami lakukan, dan sayangnya setelah normalisasi tahun kemarin, tanah nya malah diambilin oleh masyarakat sendiri, padahala tanah tersebut untuk keselamatannya sendiri ketika datang musim-musim seperti ini," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template