Wujudkan Karawang Kota Inklusif - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wujudkan Karawang Kota Inklusif

Wujudkan Karawang Kota Inklusif

Written By Mang Raka on Selasa, 09 Mei 2017 | 12.30.00

KARAWANG,RAKA- Darmawanita Unsika dan Gemasik (Gerakan Masyarakat Inklusif Karawang) memperingati Hari Pendidikan Nasional menggelar seminar tentang pendidikan bagi golongan berkebutuhan khusus di Karawang.
Hezti Restiana,Ketua Gemasik mengatakan, tujuan seminar ini untuk terus mengdorong terbentuknya masyarakat yang inklusif dalam pemerataan sekolah untuk siswa berkebutuhan khusus. "Kita ingin terus mensosialisasikan dan mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif terkait pemerataan layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus," ujarnya.
Dalam memeperingati Hari Pendidikan Nasional, Gemasik bersama Darmawanita Unsika ingin melakukan sosialisasi terkait siswa berkebutuhan khusus di Karawang, agar mendapat pelayanan pendidikan yang merata. "Narasumber yang kita panggil, selain memang aktifis sekaligus dosen di Unpad yang memiliki kepedulian terhadap siswa berkebutuhan khusus, juga seorang ibu dari anak yang memiliki kekurang pendengaran. Hal ini sebagai motivasi baik bagi para guru yang hadir, sekaligus bagi orangtua untuk tetap memiliki tekad ingin menyekolahkan anaknya meski berkebutuhan khusus," ungkap Hezti, disela-sela seminar yang digelar di Aula Unsika Karawang, Sabtu (6/5).
Hezti mengatkan, tujuan dibentuknya Gemasik ini adalah untuk mendorong terbangunnya kehidupan masyarakat inklusif di Karawang, pada khususnya dengan memberikan dukungan bersama agar Kabupaten Karawang segera turut dideklarasikan sebagai kota inklusif menyusul kabupaten lainnya di Jawa Barat yang telah lebih dahulu dideklarasikan sebagai kota inklusif. Masyarakat inklusif adalah masyarakat Madani yang terbuka dan ramah bagi semua, di mana setiap anggotanya saling mengakui keberadaan, menghargai dan mengikutsertakan keberadaan. Untuk mewujudkan masyarakat inklusif, maka kehadiran pendidikan dan sekolah inklusif pun seharusnya menjadi perhatian utama, sebagaimana amanat Undang-undang nomor 4 tahun 1997 tentang disabilitas, yang di dalamnya mengatur setidaknya empat hal pokok mereka yaitu hak atas pendidikan, pekerjaan, aksesibilitas, sertas kesejahteraan sosial. Pendidikan inklusif sebagaimana masyarakat inklusif adalah pendidikan yang ramah terhadap siswa dan tidak diskriminatif. Siswa berkebutuhan khusus dapat memperoleh kesempatan belajar bersama siswa reguler di dalam kelas, yang dengan kehadirannya akan berdampak positif dengan semakin terbangunnya karakter kasih sayang dan bekerjasama di antara siswa.
Dikatakan Hezti, sebagai ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dengan tidak membedakan dan jangan meminta orang lain memaklumi pertumbuhan anak berkebutuhan khusus dan orang disekelilingnya akan berjalan normal pada akhirnya. "Saya sendiri memang memiliki dua anak dan terhadap anak lain saya tidak meminta dia untuk memahami kakaknya yang berkebutuhan khusus, dengan demikian pertumbuhan keduanya akhirnya berjalan dengan baik,"terangnya.
Terkait kesuksesan anaknya yang berkebutuhan khusus, hingga bisa lulus kuliah dan bekerja bahkan jadi pengusaha pertanian, itu hasil dari tidak mebeda-bedakan dan tidak membuat perbedaan pada kondisi kedua anaknya. "Untuk kisah saya dalam mendidik Audi (anak yang berkebutuhan khusus) terangkum semua didalam buku yang berjudul Audi,"pungkasnya.(dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template