Uang Anggota MKI Rp 1,3 M Diduga Digelapkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Uang Anggota MKI Rp 1,3 M Diduga Digelapkan

Uang Anggota MKI Rp 1,3 M Diduga Digelapkan

Written By Mang Raka on Senin, 22 Mei 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Dana koperasi yang diduga diselewengkan pengurusnya kembali terjadi. Kali ini sebanyak 13 dari 38 perwakilan pengurus Tempat Pelayanan Koperasi (TPK) Mikro Kecil Indonesia (MKI) mendatangi Polres Karawang, untuk meminta pertanggungjawaban pengurus pusat koperasi tersebut.
Pasalnya, pihak pengurus pusat telah berjanji di hadapan ribuan warga Karawang, akan menyerahkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
Selain itu, pengurus pusat juga menjanjikan akan menyerahkan honor dan fasilitas yang menjanjikan, terhadap seluruh pengurus TPK. Namun setelah setahun berlalu, janji tersebut tidak satupun yang terealisasi.
Seorang calon anggota koperasi tersebut, Enduy (36) warga Dusun Buer RT 07/02, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, mengatakan, dirinya terpaksa melaporkan tindakan pengurus pusat koperasi MKI, karena dinilai telah merugikan dirinya dan calon anggota lainnya yang kini berjumlah 1.024 orang, sedikitnya Rp 1,3 miliar. "Mereka awalnya menjanjikan calon anggota/pengurus mendapatkan honor Rp 7,5 hingga Rp 22,5 juta, dan fasilitas kendaraan roda dua serta roda empat," kata Enduy saat ditemui Radar Karawang di Polres Karawang, Minggu (21/5) kemarin.
Enduy mengaku sangat tertarik dengan iming-iming yang dijadikan pengurus pusat. Sehingga ketika pihak pengurus meminta dirinya menyerahkan uang iuran simpanan pokok koperasi sebesar Rp 1 juta, ditambah simpanan modal koperasi sebesar Rp 250 ribu plus biaya materai dan administrasi Rp 50 ribu, Enduy pun langsung menyerahkan kewajibannya sebagai calon anggota. Dan berharap dirinya terpilih sebagai salah satu pengurus TPK.  Janji manis lainnya yang selalu disampaikan kepada calon anggota atau pengurus TPK adalah, fasilitas umroh, paket sembako setiap bulan, paket munggah, paket lebaran per TPK. "Nyatanya, tak satupun janji-janji tersebut yang terealisasi," tambahnya.
Ketua Badan Pengawas TPK Adiarsa Timur Sarono (42), mengaku percaya dan tertarik setelah pengurus pusat menggelar acara bakti sosial pada 15 Mei 2016, dengan menyantuni 6666 anak yatim dan kaum duafha di salah satu rumah makan di Jalan Tarumanegara, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur. Acara tersebut cukup meriah, sebab panitia merencanakan kegiatan akan dihadiri sejumlah pejabat teras, termasuk Presiden RI Joko Widodo.
Pasca kegiatan tersebut, dia dan calon anggota lainnya menjadi yakin akan keberadaan koperasi tersebut. Sehingga jumlah anggota terus bertambah. "Alhamdulillah acara tersebut justru mempermalukan kami. Sebab, anak yatim yang dijanjikan mendapat santunan berupa uang sebesar Rp 200 ribu, hingga kini tidak terealisasi. Padahal, setiap TPK membawa anak yatim maupun kaum duafha sedikitnya 100 orang. Ini yang membuat saya malu, karena hampir setiap hari anak yatim dan duafa itu selalu menanyakan uang santunan tersebut," terang Sarono.
Sarono sendiri yang diangkat menjabat sebagai ketua BP, dijanjikan akan mendapatkan honor sebesar Rp 22,5 juta plus kendaraan operasional roda empat bermerek Terrios atau Rush. "Jangankan honor, kami minta uang yang sudah kami setorkan saja hingga kini belum kembali. Padahal, kami sudah empat kali melakukan pertemuan dengan pihak pengurus pusat, tapi hasilnya nol," ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan Rahmat (28) TPK Lemahkarya Tempuran. Menurutnya, pengurus pusat pada pertemuan terakhir atau keempat, Minggu (14/5) lalu, akan mengembalikan uang tersebut. Celakanya, saat kantor yang berlokasi di salah satu ruko di pertokoan Bizpark, Desa Purwadana itu, sudah dalam keadaan tergembok. "Kami khawatir mereka melarikan diri, sehingga melaporkan hal ini kepada polisi," ucapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template