Sudah Minta Maaf Terbuka, Aking Tetap Dipolisikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Sudah Minta Maaf Terbuka, Aking Tetap Dipolisikan

Sudah Minta Maaf Terbuka, Aking Tetap Dipolisikan

Written By Mang Raka on Selasa, 23 Mei 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Gara-gara membuat tulisan yang dinilai menyindir umat Islam di akun Facebook, Aking Saputra dilaporkan ke Polres Karawang, Senin (22/5) pagi.
Meski sebelumnya Aking sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di sejumlah media, namun persoalan dugaan penistaan agama dan guru yang dilontarkannya melalui media sosial Facebook tetap berlanjut. Buktinya, kemarin sejumlah elemen masyarakat Karawang dari Ormas, LSM, OKP dan organisasi keagamaan, termasuk PGRI mendatangi kantor Polres Karawang. Mereka melaporkan Direktur PT Tatar Kertabumi itu.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Karawang Ikmal Maulana mengatakan, pihaknya meminta kepada kepolisian Karawang untuk tidak menunda-nunda penyelesaian kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Aking. Menurutnya, permintaan maaf yang dilakukan Aking tidaklah cukup untuk meredam gejolak di tengah masyarakat.
Apalagi beberapa pernyataannya selain menyingung kelompok umat beragama, juga menyinggung pegiat pendidikan. "Hari ini (kemarin) beberapa ormas sudah melaporkan kasus ini ke Polres Karawang. Menurut saya proses ini sudah benar. Karena negara kita adalah negara hukum, dan permasalahan ini harus secepatnya ditangani lewat jalur yang dilindungi undang-undang," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Dia melanjutkan, tinggal nanti pengawalannya yang harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai ada pihak-pihak yang melemahkan posisi penegak hukum. "Harus serius menangani kasus ini, agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih besar lagi. Upaya kepolisian harus kita dukung, hormati semua proses yang akan dilakukan," tuturnya.
Menurut Ikmal, beberapa yurisprudensi juga bisa menjadi rujukan, bahwa penyelesaian permasalahan ini tidak bisa dituntaskan hanya dengan pengakuan dan permintaan maaf saja. Katanya, Pemuda Muhammadiyah akan terus melakukan pengawalan terhadap proses hukum yang dilakukan. "Upaya ini dipastikan tidak memiliki kepentingan apapun, selain untuk menjaga keutuhan antar umat beragama dan mengembalikan semangat toleransi," tandasnya.
Kordinator Forum Masyarakat Karawang Syukur Mulyono menambahkan, yang bersangkutan telah menghina umat Islam, dan umat lainnya melalui status yang ditulis di akun Facebook Aking Saputra. "Laporan ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk menjaga kondusifitas Karawang agar Aking Saputra diproses secara hukum," katanya usai membuat laporan polisi.
Ketua PGRI Karawang Nandang Mulyana mengatakan, kehadirannya di Polres Karawang juga ikut melaporkan Aking. Selain penistaan agama, dalam postingan Aking tertulis anak-anak di zaman sekarang sudah kelewat bodoh. "Inikan pernyataan sangat menyakitkan. Apalagi seolah guru tidak memberikan pengajaran yang baik, sehingga melahirkan anak-anak yang bodoh. Jelas kita tidak menerima. Siapapun besar karena jasa guru, termasuk pejabat ada karena jasa guru," ungkapnya.
Kapolres Karawang AKBP Andi Herinda mengatakan, upaya hukum ini harus dihormati sebagai bentuk penyelesaian masalah. Andi mengatakan, penyidik akan menangani laporan tersebut secara profesional. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi terkait masalah ini, dan biarkan proses hukum berjalan. "Karena sudah masuk ranah hukum, sebaiknya semua pihak menunggu proses hukum itu berjalan," katanya.
Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradona A Mapaseng mengatakan, untuk menindaklanjuti laporan Forum Masyarakat Karawang tersebut, pihaknya akan secepatnya membentuk tim khusus agar penanganan kasus ini cepat selesai. "Kami akan secepatnya membuat timsus untuk menuntaskan kasus ini," kata Maradona.
Sementara itu, saat dimintai komentarnya terkait postingan di Facebook yang berujung ke laporan ke polisi, Aking tidak berkomentar banyak. "Saya gak bisa gimana-gimana," singkatnya yang dihubungi lewat sambungan telepon seluler.
Sebelumnya, Aking secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf di sejumlah media. "Saya, Aking Saputra, menyatakan mengakui kesalahan serta memohon maaf yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kepada masyarakat Karawang khususnya umat Islam, atas kesalahan saya dan kekhilafan saya menulis di wall Facebook saya, yang menyinggung umat Islam, yang semestinya tidak saya lakukan, karena kurangnya wawasan," begitu bunyi pernyataannya.
Dia juga mengakui bahwa kekhilafannya tersebut menimbulkan kekisruhan dan keresahan di masyarakat. "Saya dengan segala rendah hati, memohon dibukakan pintu maaf dari semua pihak akibat kesalahan saya tersebut," lanjutnya.
Meski begitu, dirinya akan tetap menjaga silaturahmi dan menyatakan menyesali perbuatannya. Dia juga berjanji tidak akan mengulanginya lagi. "Saya berharap, semua pihak dapat menerima permohonan maaf saya ini sehingga kondusifitas Karawang bisa kembali sejuk dan aman tenteram," terangnya seraya berharap, kekhilafan dan kesalahannya menjadi pelajaran berharga. (ops/dri/psn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template