Setor Raskin Pakai Uang Palsu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Setor Raskin Pakai Uang Palsu

Setor Raskin Pakai Uang Palsu

Written By Mang Raka on Selasa, 09 Mei 2017 | 13.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Peredaran uang palsu memang sulit ditekan. Buktinya, aparat pemerintah kecamatan sering kecolongan saat membayar beras untuk masyarakat miskin ke bank.
Staf Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan H Nurhasan mengaku, belum seminggu terakhir dirinya menyetor puluhan juta uang tebusan raskin ke Bank Jabar Banten (BJB), namun pihak bank menggunting beberapa lembar uang seratusan ribu dan Rp 50 ribu, karena terindikasi uang palsu. Kejadian ini bukan sekali saja, tetapi sudah terlalu sering. Bahkan, akibat uang palsu itu, dirinya sering tekor karena harus membayar sejumlah uang yang disetorkan tersebut. "Sudah sering tuh uang palsu saya setorkan, gak tahu ada saja nyelip beberapa ratus ribu," ujarnya.
Ia melanjutkan, mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya mulai menyortir uang yang masuk dari desa-desa. Bukan saja melihat, meraba dan menerawang, tetapi menggunakan alat lensa mikroskop untuk membendakan bagian-bagian yang diduga palsu. Karena dengan lensa terlihat di angka, garis tulisan Bank Indonesia hingga warnannya yang beda dari aslinya. Ada baiknya, saran Nurhasan, desa menyisir dulu uang-uang setoran raskin itu agar bisa terdeteksi jika ada yang palsu. Karena jika sudah di bank, dirinya yang tekor dan harus membayarnya. "Kita akan mulai sisir uang-uang yang masuk menggunakan kaca pembesar, bisa dibedakan sebenarnya. Tapi ada baiknya di desa juga lebih teliti lagi," harapnya.
Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan Amir mengatakan, dirinya sering menyetor uang raskin ratusan juta rupiah. Sebab, per desa rata-rata bisa mencapai Rp 10-15 juta, dikalikan dengan jumlah raskin tahun ini yang dipagukan sekitar 98 ton. Menyisir uang secara manual, susah dibedakan, mana yang asli dan mana yang palsu, kecuali di bank dengan alat pendeteksi uang. "Tak jarang uang yang disetor ke bank digunting pihak bank karena palsu," tuturnya.
Terakhir, kata Amir, uang palsu yang digunting bank Rp 200 ribu. Kalau sudah demikian, terpaksa harus diganti oleh stafnya. Mengantisipasi hal itu, pihak kecamatan juga sudah menyiapkan alat mikroskop untuk melihat asli dan tidaknya uang tersebut. "Setiap setor ada saja yang palsu tuh," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template