Razia Pasar, Ada Makanan Berbahaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Razia Pasar, Ada Makanan Berbahaya

Razia Pasar, Ada Makanan Berbahaya

Written By Mang Raka on Jumat, 19 Mei 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Menjelang bulan suci Ramadan, Dewan Pengawas Ketahanan Pangan melakukan sidak ke Pasar Johar. Hasilnya ditemukan beberapa makanan mengandung zat berbahaya kimia berupa formalin dan boraks.
"Dari 15 jenis makanan yang diambil sampel. Tujuh makanan positif mengandung formalin dan boraks," ujar Tim Pengawas Ketahanan Pangan Terpadu, Iip Gipari, usai sidak di Pasar Johar, Kamis (18/5).
Jenis makanan positif formalin adalah mie kuning basah, ikan teri, tahu bantal, dan sosis merek Samba. Sedangkan yang mengandung boraks adalah sosis, kerupuk, paha kriuk yang belum berlabel, dan nugget. "Kami menduga untuk makanan yang belum berlabel, produsennya sengaja untuk menyembunyikan identitas," ujarnya.
Tindak lanjut dari temuan itu, tim ketahanan pangan sudah menyodorkan surat kesepakatan dengan pedagang, agar mereka tidak lagi menerima makanan yang mengandung zat berbahaya. Jika pedagang tidak mengindahkan surat kesepakatan itu, pihaknya akan menindaklanjuti secara hukum. "Untuk sekarang tahap pembinaan dulu. Tapi kalau tetap tidak mengindahkan, kami akan dorong untuk diproses secara hukum," ujarnya.
Kepala Dinas Pangan Kadarisman menambahkan, selain dilakukan pengambilan sampel, sidak dilakukan bertujuan untuk mengontrol ketersediaan pangan jelang Ramadan dan lebaran. Hasilnya dia memastikan stok yang ada di pasar cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Karawang.
Terlebih saat ini Dolog memiliki Rumah Pangan Kita (RPK), yang di dalamnya menyediakan 6 item komoditas makanan pokok dan sudah ditetapkan harga eceran tertingginya. Seperti bawang merah Rp 15 ribu per kilogram, bawang putih Rp 40 ribu per kg, daging sapi baku Rp 86 ribu, beras premium satu Rp 9.700 per kg, premium dua Rp 9.300 per kg dan premium tiga Rp 8.300 per kg, minyak Rp 12.500 per kg dan gula pasir Rp 12.500 per kg. "Hasil sidak, perbedaan harga tidak terlalu signifikan. Masih wajar," ujarnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona menyampaikan, jika terjadi temuan hasil lab, pihaknya akan minindaklanjuti secara hukum. "Karena pihak kepolisian juga masuk bagian dari tim pengawas ketahanan pangan, maka akan mengikuti prosedur yang berlaku," tuturnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template