Pohon di Tugu Proklamasi Banyak yang Mati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pohon di Tugu Proklamasi Banyak yang Mati

Pohon di Tugu Proklamasi Banyak yang Mati

Written By Mang Raka on Senin, 08 Mei 2017 | 14.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Pohon disekitar Tugu Proklamasi Rengasdengklok yang ditanam untuk program penghijauan beberapa waktu lalu, kini banyak yang mati. Diduga, matinya pohon ini karena tidak dirawat.
Salah seorang pemerhati lingkungan, Asep S atau yang kerap disapa Asep Belo, warga Dusun Bojong Tugu, RT 04, RW 06 Desa Rengasdengklok Selatan, mengatakan pengawasan dari pihak UPTD DPRKP wilayah Rengasdengklok dinilai kurang maksimal. Pasalnya, hingga saat ini kondisi matinya pohon masih terus dibiarkan tanpa adanya upaya melakukan penggantian atau perbaikan.
Ia mengatakan, sebagai salah seorang warga asli Rengasdengklok, dirinya prihatin akan hal tersebut. Pasalnya dengan anggaran yang digelontorkan ratusan juta rupiah seharusnya bisa membuat sebuah taman yang indah dan asri, bukan tanaman mati yang dipajang dalam pot disekitar tugu. "Saya beserta seluruh masyarakat Rengasdengklok, berharap agar pemerintah daerah bertindak tegas. Kepada dinas DPRKP yang memberi kebijakan untuk menanam pohon bungur kepada kontraktor, dan kepada pelaksana agar segera dipanggil, bila perlu jika pihak pemborong tidak tanggung jawab agar di blacklist," ujarnya.
Ia mengatakan, jika kondisi ini dibiarkan terus, tidak menutup kemungkinan hal serupa akan terjadi kembali di waktu yang akan datang. "Jangan dibiarkan saja, jika diam tanpa didasari tanggungjawab yang pasti, pihak pemborong dan UPTD DPRKP Rengasdengklok akan berlaku seperti itu terus, padahal kita juga semua tahu itu uang ratusan juta uang rakyat yang harus dipertanggung jawabkan oleh aturan hukum yang sudah ditetapkan. Kalau persoalan ini sengaja dibiarkan dikhawatirkan akan dicontoh pemborong lain," tegas dia.
Sementara itu, kepala UPTD DPRKP Rengasdengklok, H. Tarsan mengatakan, pihaknya akan melakukan penggantian kepada pohon-pohon yang mati. "Kalau saya hitung ada 18 pohon yang mati, saya tidak akan tanda tangan sebelum pemborong mengganti pohon-pohon itu, dan juga pemborong harus bertanggung jawab pada perawatannya," kata dia.
Dia menambahkan, mengucapkan terima kasih atas masukannya kepada UPTD DPRKP Rengasdengklok, karena dengan pengawasan dari masyarakat membantu pihaknya dalam segi pengawasan kepada pihak rekanan dan hasil kerjanya. "Apapun informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti, dengan demikan itu merupakan masukan bagi kami. Kami terbatas personil dalam mengawasi," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template