Petani Telukjambe Tidur di RDB - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Telukjambe Tidur di RDB

Petani Telukjambe Tidur di RDB

Written By Mang Raka on Senin, 08 Mei 2017 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Jimmy Zamakhsyari memutuskan untuk mempertaruhkan namanya sebagai jaminan perjuangan nasib 270 petani Telukjambe yang sedang bersengketa dengan PT. Pertiwi Lestari. Para petani dipersilahkan tinggal di Rumah Dinas Bupati (RDB).

Sebelum berhasil menemui Presiden Joko Widodo petani Telukjambe bertekat tidak mau kembali ke Karawang dan akan terus melakukan aksi di Jakarta. Setelah berhasil menemui presiden dan mendapatkan jaminan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil untuk menyelesaikan persoalannya selama satu bulan, para petani tetap bersikukuh tidak ingin kembali ke Karawang, sebelum mendapatkan jaminan yang jelas untuk penyelesaian sengketa tanahnya.
Menurut Wakil Bupati Karawang, H Ahmad Jimmy Zamahksyari, awalnya para petani sendiri meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk menandatangani surat pernyataan hitam di atas putih untuk menyelesaikan persoalannya. Namun pada akhirnya Sofyan A. Djalil tidak mau melakukan tandatangan kesepakatan para petani.
Pada akhirnya, para petani meminta Wabup yang akrap disapa Jimmy untuk menandatangani kesepakatan sebagai jaminan hitam di atas putih dalam menyelesaikan persoalannya selama satu bulan. Karena alasan ada jaminan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang, akhirnya Jimmy bersedia untuk menandatangani kesepakatan para petani. “Kemarin saya mencoba menghubungi Pak Menteri. Kemudian beliau telepon balik dan bilang kalau beliau berjanji akan menyelesaikan persoalannya selama satu bulan. Karena ini atas perintah langsung dari Pak Presiden. Makanya saya mau tanda tangan kesepakatan ini,” beber Jimmy.
Dia juga mengaku sudah melaporkan persoalan ini kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Kemudian pada saat meminta kepada Bupati untuk menandatangani kesepakatan dengan para petani, Cellica sendiri mempersilahkan dan mempercayakan kepada Jimmy untuk menandatangani kesepakatannya. "Sebenernya persoalan ini domainnya ada di kementerian, bukan di pemerintah daerah. Tapi karena Pak Menteri sudah memberikan jaminan untuk menyelesaikan persoalannya selama satu bulan, ya mau tidak mau saya harus tanda tangan. Yang penting para petani pulang dulu ke Karawang," terangnya.
Disinggung mengapa para petani ditampung di rumah dinas bupati (RDB), Jimmy menjelaskan, sebenarnya pemda kembali menawarkan agar para petani kembali lagi ke rumah susun. Tetapi karena petani tidak mau balik ke rumah susun, akhirnya dia mengambil alternatif solusi lain, yaitu para petani tinggal di RDB untuk sementara waktu.
"Wong yang namanya habis ketemu presiden, masa sih gak kita sambut dengan baik. Saya pikir ini suatu kehormatan bagi para petani yang bisa tinggal sementara waktu di rumah dinas bupati, sambil kita menunggu penyelesaian persoalan yang sedang ditangani kementerian. Dan selama sebulan ini kita akan intens berkomunikasi dengan kementrian," jelasnya.
Selama satu bulan, tambah Jimmy, biaya hidup (makan dan minum) para petani sendiri ditanggung langsung oleh Kementerian Sosial. Yaitu dimana per satu orang petani akan dijamin kebutuhan biaya hidupnya Rp 900 ribu per jiwa selama satu bulan selama tinggal di RDB. Dia meminta para petani mendoakan Presiden supaya sehat selalu, sehingga persoalan para petani juga bisa cepat selesai. Kemudian dia juga meminta agar petani mendoakan terus Bupati dan Wakil Bupati (Karawang) agar bisa memimpin dengan adil untuk masyarakat Karawang. "ini saya tanda tangan," kata Jimmy, di hadapan ratusan pata petani yang kemudian membacakan “hadiahan” Al-Fatihah berjamaah yang dipimpin langsung oleh dirinya.
Pantauan dilapangan, saat berkas tersebut ditandatangani, Jimmy terlihat meneteskan air mata, tetesan air mata itu diikuti isak tangis para petani, khususnya para petani dari kalangan ibu-ibu yang terlihat sedang kusuk membacakan do’a dan surat Al-Fatihah yang dipimpin Jimmy langsung. Adapun kesepakatan yang ditandatangani Jimmy dengan para petani sendiri berisi mengenai kesepakatan para petani dengan presiden melalui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil. Yaitu dimana kementerian berjanji akan menyelesaikan persoalannya selama satu bulan. Bahkan Sofyan A. Djalil berani mengundurkan diri dari jabatannya, ketika persoalan para petani dengan PT. Pertiwi Lestari ini tidak selesai selama satu bulan.
Koordinator pengungsi Telukjambe, Maman, mengaku bahagia atas keputusan tersebut. Oleh karenanya dia berharap keputusan tersebut benar-benar bisa memberikan manfaat kepada para petani. "Kami banyak yang menangis setelah mendapatkan janji penggantian lahan dari Presiden Jokowi, bahkan saya sempat bertemu beliau," ujarnya.
Maman pun berharap penyelesaian yang dijanjikan akan selesai dalam waktu sebulan ini tak ada hambatan. Dengan demikian para petani bisa kembali menempati tanah yang selama ini dijadikan tempat tinggal. "Mudah-mudahan kami semua bisa bertani kembali, dan anak-anak bisa bersekolah dan hidup normal lagi," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template