Penderita Hidrosefalus Kekurangan Biaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penderita Hidrosefalus Kekurangan Biaya

Penderita Hidrosefalus Kekurangan Biaya

Written By Mang Raka on Senin, 08 Mei 2017 | 13.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Ketika bayi seusianya sedang masa proses belajar berjalqn, lain halnya dengan seorang bayi usia 1 tahun Yoga Pratama, asal Dusun Jatipeureuh, RT 13/14 Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, hanya bisa terbaring lemah. Bayi yang terlahir dari pasangan Bagaskara (20) dan Neneng (19) ini, menderita hidrosefalus. sejak usia 3 bulan. Kondisi kepalanya terus membesar akibat penyakit yang dideritanya ini.
Ibu Yoga Pratama, Neneng mengatakan, sejak lahir anaknya sudah terlihat gejala pembesaran kepala. Hal tersebut semakin nampak saat Yoga berusia 3 bulan. Sejak saat itu orangtua Yoga membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan di RSUD Karawang. Namun sayang, kedatangan Yoga ke RSUD dinilai telat, memgimgat keoala Yoga terus saja membesar. Selain itu, orangtuanya kehabisan biaya. "Kini penyakit anak saya kian membesar, kami khawatir terjadi sesuatu pada anak kami," ujar Neneng, kepada Radar Karawang, Minggu (7/5).
Ia melanjutkan, sebagai orangtua, ia tak tega melihat kondisi Yoga dengan penyakit yang dideritanya. Ia sangat ingin melanjutkan pengobatan. Namun, akibat terkendala lapangan kerja, Neneng dan suaminya yang berprofesi sebagai buruh ini mengaku tak memiliki biaya yang cukup. Dan saat ini untuk pengobatannya memang sudah menggunakan BPJS. "Cuma bisa merawat, mencukupi kesehariannya, gitu saja. Soalnya kesehatannya juga pastinya cuma gini, tidak bisa sembuh dan harus dioperasi segera," kata Neneng dengan mata berkaca-kaca.
Lebih lanjutnya, Neneng mengaku tidak ada aktivitas lain yang bisa anaknya lakukan selain berbaring di atas kasur, karena untuk digendongnya pun khawatir terjadi apa-apa yang tidak diinginkan "Ya dikasih makan, minum susu, mandi ya di kamar. Aktivitasnya hanya di kamar. Kalau nyoba ingin gendong itu tidak bisa, sakit mungkin ya kepalanya, soalnya sudah besar," kata dia.
Meski begitu, Yoga tetap bisa mengumbar senyum dan tawa meski sakit. Pihak keluarga mengharapkan pihak pemerintah turut memperhatikan nasib anaknya yang membutuhkan penanganan khusus dan harus segera dioperasi.  "Sebenarnya kemarin kemarin juga mau dioperasi, cuman karena anak saya terkena batuk, jadi operasinya gagal, dan rencanya hari senin ini saya kontrol lagi," kata dia.
Sementara itu, ketika ditanya peranan pemerintah setempat, dia mengaku saat ini belum ada satu pun aparat pemerintahan yang berkunjung atau menengok anaknya. Tetapi dirinya tidak patah arang untuk terus melakukan pengobatan, meski terkendala biaya.(rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template