Pembangunan Makam Syech Quro Dibatalkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembangunan Makam Syech Quro Dibatalkan

Pembangunan Makam Syech Quro Dibatalkan

Written By Mang Raka on Rabu, 03 Mei 2017 | 12.00.00

*Kades Pulokalapa Meradang Berniat Satroni Pemprop Jabar

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Pembatalan pembangunan perluasan komplek makam Syekh Quro di Dusun Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang yang rencananya dilakukan Pemerintah Propinsi Jawa Barat tahun ini membuat Kades Pulokalapa meradang. Pasalnya dengan pembantalan kali ini itu berarti sudah dua kali mengalami pembatalan.

Dijelaskan, selain sempat batal ditahun 2012, anggaran Rp 30 Milyar yang sebelumnya dijanjikan terbesar dari sejumlah lokasi wisata lainnya, harus terulang lagi pembatalannya ditahun 2017 ini. Padahal, kondusifitas masyarakat, pemerintah desa, tokoh agama, dan para keturunan Raden Sumadereja alias abah Jiin, sudah tidak ada masalah dan siap menerima realisasi tahun ini.
Kades Pulokalapa, Popon Fatmawati, kemarin, mengatakan, pengajuan pengembangan perluasan komplek makam sudah sejak 2009, bahkan sempat akan realisasi tahun 2012 dan batal karena persoalan internal antar tokoh. Namun, ditahun 2015 kemarin sudah kembali diajukan lengkap dengan DED nya, karena kabarnya dana Pemprop Rp 33 miliar bakal turun di tahun 2017. Sayangnya, sesal Popon, setelah Koordinasi dan mendambakan benar-benar realisasi karena semua tokoh agama dan keturunan Raden Sumadireja sudah tidak ada masalah, justru kembali harus mendapati kabar pembatalan.
Entah karena alasan apa, Pemprop membatalkan, apakah karena Kepala Disparbud Jabarnya baru lagi atau alasan lain, dirinya tidak faham. Tapi yang jelas sambung Popon, setelah ini dirinya tidak tahu, kapan lagi bisa direalisasikan. Jikapun demikian, pemerintah desa harus membuat ulang DED yang baru. "Entah alasan apa Pemprop membatalkan, nanti kita berharap lagi, harus mengajukan lagi DED baru lagi," Sesalnya.
Popon menambahkan, apakah perlu dirinya santroni Disparbud Jawa Barat di Bandung agar serius merealisaikan ajuan yang sudah dibuat Pemerintah Desa selama ini. Dirinya sesalkan lantaran semua persiapan sudah matang, termasuk stabilitas antar tokoh yang sebelumnya menuai pro kontra atas rencana pembangunan komplek maqom Syech quro ini, bahkan sudah dibubuhkan melalui surat-surat pernyataan. Dirinya dan Pemerintah desa sudah membayangkan realisasi dari ajuan DED sebelumnya, seperti perluasan komplek makam, area parkir dua lantai, jalan baru hingga pembangunan pesantren Syech quro dan relokasi sementara para pedagang, sayangnya ajuannya terpatahkan dengan kabar pembatalan ini. Sebab, ia sadar betul bahwa permohonan itu tidak segampang membeli sayuran langsung ada. Karena, jika sudah batal, ajuan akan terus dilayangkan, dan entah sampai kapan lagi realisasinya. "Apa Perlu ya saya datangi Pemprov Jabar biar serius merealisasikan, karena selama ini infrastruktur yang ada hanya mengandalkan donatur dan peziarah seadanya saja," tandasnya.
Senada itu, pengelola Maqom Syech Quro Pulobata Acep mengatakan, dirinya menyesalkan adanya kabar pembatalan realisasi pengembangan pembangunan area maqom yang sebelumnya dijanjikan tahun ini. Padahal, selain ajuan sudah dilayangkan degan final, rapat-rapat persiapan dan undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang, selalu memberi harapan anggaran itu bisa turun tahun ini.
Dikatakan Acep, Kepala Disbudpar sempat menyatakan ada anggaran APBD Propinsi Jawa Barat yang akan digulirkan untuk 6 lokasi wisata di Karawang. Dia merinci selain Makam Syeh Quro, juga ada Candi Jiwa, Tanjungbaru, Green Canyon, Rawagede, Samudera Baru dan Cibendo. Namun, dari semuanya itu, yang terbesar adalah perluasan destinasi wisata religi maqom Syech Quro dengan nominal Rp 33 miliar. "Saya sesalkan pembatalan ini, padahal kita ingin sambut baik tahun ini, ternyata meleset lagi," ungkapnya.
Acep menambahkan, selama ini, lahan kurang dari 3 hektaran dikomplek makam, rata-rata bangunan, pendopo dan musala hanya mengandalkan swadaya peziarah dan donatur saja. Sebut Saja Musala Darul Ghom dekat komplek makam Syech Darugem Bentong, itu dibangun oleh warga Cemara beragama non muslim bernama Kimyun sejak tahun 2006, begitupun pendopo-pendopo peziarah, ada sumbangan dari warga Rawalintah Cikarang. Sementara, Pemkab, sejauh ini hanya membantu pendopo depan makam syech Quro saja. Disisi lain, seharusnya Pemkab bisa lebih mendorong infrastruktur yang diakuinya masih belum tertata rapi diarea komplek makam. "Jika tidak bisa memberi anggaran banyak buat area makam, Pemkab seharusnya mendorong agar realisasi dari Propinsi itu bisa digolkan segera, bukan malah diam saat dibatalkan," ujarnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template