Pasutri Punya 13 Anak, Tinggal di Kontrakan Kecil - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasutri Punya 13 Anak, Tinggal di Kontrakan Kecil

Pasutri Punya 13 Anak, Tinggal di Kontrakan Kecil

Written By ayah satria on Sabtu, 06 Mei 2017 | 18.50.00

PURWAKARTA,RAKA - Tak terbayangkan bagaimana repotnya jika mengurusi banyak anak. Apalagi jumlahnya lebih dari 10. Namun itulah yang terjadi di Kabupaten Purwakarta.
Tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di areal pemakaman umum, Di Kampung Malang Nengah Wetan RT11, RW10 Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, pasangan suami istri Aa Suparman (51) dan Siti Fatimah (41) memiliki keturunan berjumlah 13 orang. Dari 13 anak yang di miliki keluarga ini, Dua diataranya masih berusia 1 dan 2 tahun.
Dari pantauan Radar Karawang di rumah kontrakan kecil berukuran 3 kali 6 Meter persegi, dengan hanya memiliki satu kamar, terlihat Aa Suparman dan istrinya Siti Fatimah, bersama 10 anak termasuk calon anak yang masih di dalam kandungan yang usianya menginjak 8 bulan, terpaksa harus berdesakan dan berbagi tempat duduk di atas kasur lantai. Sementara dua anak mereka yang masih berusia 1 dan 2 tahun, terpaksa diadopsi orang lain, lantaran faktor kemiskinan yang menghimpit keluarga selama ini.
Aa Suparman, selaku kepala rumah tangga mengaku, sehari-harinya hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh serabutan. "Penghasilan rata-rata antara 20 sampai 30 ribu per hari, paling minim bisa 10 ribu rupiah, Untuk keperluan biaya makan dibantu anak," keluh Aa Suparman, saat berkumpul bersama keluarganya di rumah kontrakannya. kemarin.
Ketegaran dan ketabahan dirasakan Aa Suparman dan istrinya, Untuk bisa tetap menyambung hidup anak anaknya. Dari hasil sebagai pekerja serabutan, juga memanfaatkan keahliannya sebagai tukang servis elektronik.
Sementara, Siti Fatimah, istri Suparman menambahkan, banyaknya anak yang telah dilahirkan, bukan berarti dirinya tidak pernah mencoba memasang KB, tetapi ketidak cocokan alat kontrasepsi yang pernah di pasangnya. Usai melahirkan anak pertamanya yang kini telah berusia 25 tahun, membuat Siti enggan memasang lagi alat kontrasepsi untuk mencegah semakin banyaknya anak yang dilahirkannya. "Pernah sih di pasang KB, tapi imbasnya malas rusak ke wajah dan badan jadi kurus. Akhirnya sampai sekarang sudah tidak pakai KB lagi," kata Siti. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template