Musim Bobol Kantor Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Musim Bobol Kantor Desa

Musim Bobol Kantor Desa

Written By Mang Raka on Selasa, 09 Mei 2017 | 12.00.00

-Komputer Kelurahan Plawad dan Desa Karangligar Raib

KARAWANG, RAKA - Sepak terjang maling spesialis pembobol kantor pemerintah desa semakin membabi-buta. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Karawang, sejak tahun 2016 hingga sekarang, sedikitnya tujuh kantor desa berhasil dikuras. Modus dan barang yang dibawa kabur pun sama. Mereka juga beroperasi malam hari, membobol pintu atau masuk melalui atap.
Terbaru, komplotan maling itu membobol kantor Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Minggu (7/5). Sebanyak empat unit CPU, lima unit monitor dan satu unit TV LED 32 inc hilang. Selang sehari kemudian, kantor Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, yang menjadi sasaran. Tiga unit CPU, monitor, modem internet dikuras.
Sekretaris Kelurahan Plawad Eri Rubianto mengatakan, peristiwa itu diperkirakan terjadi Minggu dinihari. Pasalnya, hingga pukul 12 malam rumah di depan kelurahan masih banyak orang. Dia memperkirakan, pencurinya adalah orang yang sudah pernah masuk ke kantor kelurahaan. Karena ruangan yang dibobol hanya ruangan yang ada barang-barang elektroniknya saja. "Ruangan yang tidak ada apa-apanya tidak dibobol," ungkapnya kepada Radar Karawang, Senin (8/5) kemarin.
Para pencuri yang diperkirakan lebih dari satu orang itu, masuk melalui pintu samping dengan cara merusak gembok. Kemudian masuk ke kantor dengan merusak gagang pintu. "Memang kebetulan gak ada yang jaga yah. Ini kejadian pertama kali," ujarnya.
Ia melanjutkan, ruangan yang dibobol maling sebanyak lima ruangan, yaitu ruang pelayanan dan operator, ruang bendahara umum dan bendahara PBB, ruang sekretaris kelurahan, ruang kasi pemerintahan, kasi ekbang, kasi kesos, bendahara barang dan ruang lurah. "Semua ruangan itu terdapat CPU dan monitor, termasuk TV. Kecuali di ruang lurah tidak ada barang elektronik," tuturnya.
Berdasarkan data bendahara aset, kata Eri, nilai barang-barang yang hilang itu Rp 45 juta. Akibatnya, semua data pemerintahan hilang. Diantaranya data pelayanan umum, data pemilu, data daftar isian proyek dan dana pengajuan musrenbang. "Kami sudah buat LP. Jadi sudah ditangani polisi," katanya.
Sedangkan Sekretaris Desa Karangligar Hidayatulloh mengatakan, kerugian akibat aksi komplotan maling itu Rp 20 juta. "Sejumlah kerugian barang yang hilang sudah dilaporkan, dan sekarang pihak kepolisian tengah menyelidikinya," ungkapnya. (zie/yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template