Menteri Sofyan Janji Beri Rumah dan Lahan Petani Telukjambe - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menteri Sofyan Janji Beri Rumah dan Lahan Petani Telukjambe

Menteri Sofyan Janji Beri Rumah dan Lahan Petani Telukjambe

Written By Mang Raka on Jumat, 12 Mei 2017 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Janji Presiden Joko Widodo memberikan lahan kepada petani korban konflik agraria asal Desa Margakaya, Margamulya dan Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, selangkah lagi terwujud. Itu setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil menemui para petani di Rumah Dinas Bupati, yang dijadikan sebagai tempat pengungsian, Rabu (10/5) lalu.
Sebelum melakukan kunjungan, Sofyan Djalil bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sempat menggelar rapat tertutup di Rumah Makan Sindang Reret, di Jalan Interchange Karawang Barat, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Rapat tersebut membahas konsesi lahan bagi para petani korban konflik agraria.
Sofyan mengatakan, solusi untuk penanganan konflik agraria terus dilakukan oleh pemerintah. Diakuinya, telah melakukan komunikasi dengan pihak PT Pertiwi Lestari (PL) untuk memberikan lahan bagi petani, dengan jumlah 96 kepala keluarga (KK) tersebut. "Penyelesaiannya adalah kita akan mereshuttle mereka dengan mendapatkan tempat pemukiman mereka," ujar Sofyan.
Setelah mendapatkan lahan, kata Sofyan, para petani ini pun akan dibangunkan rumah oleh Kementerian Sosial (Kemensos). "Kemudian pemerintah yakni Kementerian sosial akan membangun tempat pemondokan untuk mereka," ucapnya.
Lahan yang akan digunakan sebagai tempat petani yang legal. Pihak pemerintah telah meminta dan mendapatkan konsensi untuk petani dari pihak PT PL. "Untuk lahannya masih bagian dari PT PL. Lokasinya mau di luar pagar atau pagar digeser ke dalam. Kalau luasnya bisa menampung mereka untuk tempat tinggal secara sah atau legal. Berapa luasnya nanti kita akan lihat. Secara hukum mereka (petani) tidak memiliki hak. Tetapi Pemerintah punya itikad baik, dimana presiden meminta saya untuk mencari penyelesaian yang win-win," ucapnya.
Sementara untuk lahan garapan petani, jelasnya, pemerintah akan memberikan lahan Perhutani sebagai lahan garapan, yang akan digunakan untuk bercocok tanam. "Lahan untuk mereka bertani akan bekerjasama dengan Perhutani dengan program Pengelolaan Sumber Daya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)," kata dia.
Salah satu perwakilan petani, Maman Suryaman, menyebutkan pihaknya sangat berterimakasih dengan upaya pemerintah yang telah mencarikan solusi. Akan tetapi, Maman juga menagih mengenai 600 petani penggarap yang juga tergusur di lahan PT PL. "Kita juga sudah sampaikan ini kepada Pak Presiden soal data 600 petani penggarap. Kita berharap pemerintah pun memikirkan pengganti lahan mereka," ucap Maman.
Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari menjelaskan, berkaitan dengan ratusan petani penggarap, pihak pemerintah telah meminta pihak advokasi petani untuk melakukan pendataan. "Kita sudah minta untuk melakukan pendataan dengan berbasis data persyaratan seperti foto lahan, luasnya dan bukti lainnya," ucapnya.
Jimmy mengungkapkan, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pihak pemerintah diminta terlebih dahulu untuk menyelesaikan fokus terhadap 267 petani yang ikut ke Jakarta. "Sesuai Pemerintah pak presiden, kita akan fokus dahulu kepada petani yang kemarin ikut aksi ke Jakarta," ungkapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template