Masjid Asy Syuhada Bekas Makam Pahlawan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masjid Asy Syuhada Bekas Makam Pahlawan

Masjid Asy Syuhada Bekas Makam Pahlawan

Written By Mang Raka on Senin, 29 Mei 2017 | 12.00.00

-Diresmikan Presiden Soeharto Tahun 1994

CIKAMPEK, RAKA - Siapa yang tidak mengenal Masjid Asy Syuhada. Salah satu masjid terbesar di Cikampek itu bukan hanya sebagai tempat beribadah, tapi sebagai pusat pergerakan syiar Islam.
Letaknya persis di depan Polsek Cikampek. Memiliki menara unik yang sebetulnya itu bukan menara masjid tapi milik PDAM. Tepatnya tanggal 25 Februari 1994, masjid seluas 1.500 meter itu diresmikan bukan oleh orang sembarang. Tapi orang yang paling berkuasa di Indonesia pada waktu itu, yaitu Presiden Soeharto. Nama Asy Syuhada juga bukan sekadar tempel. Ada nilai sejarahnya. Karena menurut salah satu marbot di masjid tersebut, nama Asy Syuhada yang berarti manusia yang mati di jalan Allah, itu dulunya memang tempat makam para pahlawan. "Nama Asy Syuhada diambil dari sejarah makam pahlawan, karena dulunya ini bukan masjid, tapi tempat makam para pejuang," kata Ruslan Abdul Ghani kepada Radar Karawang, Minggu (28/5) kemarin.  
Laki-laki yang dikaruniai empat orang anak dan lima cucu, ini ternyata sudah menjadi salah satu marbot yang palng lama dan tertua di masjid itu. Maka tak heran jika sampai saat ini pria yang merupakan warga asal Banten, itu sudah khatam soal sejarah Masjid Asy Syuhada.
Ada beberapa lagi rahasia di balik masjid besar itu, kata Ruslan, karena saat diresmikan oleh Presiden Soeharto, para pejabat negara juga hadir. Salah satunya Harmoko yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan. "Saya sudah 10 tahun tinggal disini ngurusin masjid ini, jadi sedikit hapal juga sejarahnya," terangnya.
Dia juga menjelaskan, selain memiliki nilai sejarah, masjid yang kekinian memiliki lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga mempunyai fasilitas lainnya. Selain taman, juga ada aula khusus bagi masyarakat yang ingin menggelar kegiatan akbar seperti pernikahan. "Sedikit demi sedikit kita bangun buat kebersamaan," ucapnya.
Ia melanjutkan, berbagai kegiatan yang sering dilakukan di masjid tak pernah hilang, seperti pengajian rutin yang dlakukan setiap hari usai salat maghrib bagi anak-anak, dan ada majelis taklim yang menggelar pengajian setiap malam Senin, Kamis dan Sabtu.
Memasuki bulan Ramadan, kata dia, kegiatan pengajian dipindahkan ke waktu yang berbeda, dan ditambahkan dengan kegiatan lainnya yaitu buka bersama. "Banyak kegiatannya juga, selain sering ngadain tabligh akbar juga ada pengajian rutin. Kalau sekarang buka bersama kita sediakan untuk siapa saja di masjid," terangnya.
Tidak ketinggalan luasnya halaman parkir juga menjadi salah satu hal istimewa. Bayangkan saja, halaman parkir masjid mampu menampung seratus mobil jemaah yang ingin melaksanakan salat. "Kedepan kita juga ingin terus berbenah agar menjadi lebih baik lagi. Semoga bermanfaat bagi semuanya," harapnya. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template