Laka di Pintu Kereta Api Warung Kebon Tinggi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Laka di Pintu Kereta Api Warung Kebon Tinggi

Laka di Pintu Kereta Api Warung Kebon Tinggi

Written By Mang Raka on Selasa, 02 Mei 2017 | 14.00.00

PURWASARI, RAKA - Kesadaran masyarakat dalam berkendaraan lalulintas masih tinggi. Hal itu terlihat seperti yang sering terjadi di palang pintu rel kereta api di Dusun Warung Kebon, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari. Di lokasi yang hanya dijaga relawan palang pintu tersebut sering terjadi kecelakaan.

Bayu (43) penjaga lalulintas kereta api di Dusun Warung Kebon mengatakan terjadinya kecelakaan sering kali disebabkan oleh kelalaian masyarakat dalam berkendara. Seperti terjadi belum lama ini, dua pengendara sepeda motor mengalami kecekalaan disambar kereta api karena mencoba menerobos palang pintu yang sudah tertutup. Akibatnya dua orang berboncengan sepeda motor tersebut tewas seketika. "Dibilang sering terjadi ya ada saja kejadian kecelakaan disini. Kemarin aaja ada yang tertabrak kereta api, karena nyelonong begitu saja meski palang pintu sudah turun," katanya.
Dalam waktu satu tahun, jelas Bayu, dia tidak bisa mengingat berapa kali peristiwa kecelakaan, saking banyaknya. Sebelumnya ada satu mobil keluaraga yang sama halnya tidak taat pada aturan dan mengalami kecelakaan dan beberapa kejadian lagi kemungkinan lagi karena prustasi menabrakan diri ke kereta api yang tengah melaju kencang.
"Sudah ada tiga kali kejadian berbeda-beda terjadi disini," tuturnya.
Selain minimnya kesadaran masyarakat dalam berkendara kata dia kesadaran pengendara terhadap para penjaga lalu lintas juga tidak jauh berbeda. Padahal kata dia dengan keberdaan para penjaga yang bekerja secara suka rela tersebut merupakan tugas tanpa pamrih. "Walaupun kita tidak digaji oleh pemerintah, minimal mereka sadar dalam berkendara dan nurut ketika ada palang pintu kereta dijaga. Jangan main nerobos saja soalnya yang repot juga nanti kita sendiri," ungkapnya.
Seharusnya kata dia dengan banyaknya kejadian kecelakaan lalulintas di jalan rel kereta api menjadi pembelajaran bagi setiap pengendara. Jangan sampai kata dia ketika petugas penjaga tengah melakukan penjagaan di lokasi masyarakat tidak menataati aturan. Sebab, menurutnya selain minimnya fasilitas penjagaan yang tersedia jumlah personil yang rutin kerap menjaga lalin di sekitar lokasi juga sedikit. Maka dia meminta kepada masyarakat untuk lebih bersabar dalam berkendaraan. "Apa susahnya sih sabar sebentar walaupun lagi buru-buru juga, keselamtan adalah paling utama dalam berkendara, soalnya di satu arah jalan satu lagi tidak ada palang pintunya sedangkan jalur rel kereta api ada dua, kan bahaya juga," ucapnya.
Belum lagi kalau malam hari menurutnya banyak dari pengendara yang melintas seenaknya saja tanpa adanya pengwasan terlebih dahulu. Padahal kata dia minimal ketika saat melintasi jalur kereta api luangkan waktu untuk berhenti dan menengok ke semuah arah jalan untuk memeastikan apakah ada kereta api yang melintas. "Kita juga jaga disini seiklasnya saja, jadi kalau ada yang ngasih ya kita terima juga, yang penting itu keselamatan mereka, soalnya banyak juga kecelakaan lalulintas," tuturnya.
Sementara pengendara yang tengah melintas di jalan tersebut, Nurbayu (35) menyampaikan terkadang pengendara kerap melakukan kelalaian yang diangapnya sepele padahal hal tersebut bisa berakibat fatal baginya apalagi saat berkendara melintasi jalan kereta api. "Namanya juga pengendara ada yang buru-buru ingin sampai tujuan, tapi mereka melupakan tentang keselamatan mereka sendiri, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat lagi," akunya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template