Kirim Surat ke Bupati, Tembusannya ke Malaikat Izrail - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kirim Surat ke Bupati, Tembusannya ke Malaikat Izrail

Kirim Surat ke Bupati, Tembusannya ke Malaikat Izrail

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Mei 2017 | 12.00.00

Kades Gintungkerta Protes Relokasi Warga yang Digusur

KLARI, RAKA - Merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, perangkat Desa Gintungkerta menutup kantor pemerintahan desa. Kondisi tersebut sempat membuat geger. Karena selain menutup kantor desa, beredar juga surat yang tembusannya kepada malaikat Izrail.
"Untuk sementara kantor desa ditutup. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Kasie Trantib Desa Gintungkerta Heri Mulyadi kepada Radar Karawang, Selasa (23/5).
Dikatakan Heri, tutupnya kantor desa sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah, yang sampai saat ini belum ada tindak lanjut menyelesaikan persoalan warganya yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Pasalnya, sekitar 77 kepala keluarga atau 400an jiwa warga Gintungkerta yang tadinya tinggal di Dusun Krajan I, Kampung Bakanngantai, digusur oleh PT KAI. Sementara rencana relokasinya adalah di tanah PJT II yang juga terdapat tanah Pemerintah Desa Gintungkerta, dan saat ini dipagar oleh PT Arayan. Padahal Ketua DPRD Karawang Toto Suripto sudah mendukung langkah warga dan Pemerintah Desa Gintungkerta, agar PT tersebut membuka akses untuk warga. "Itu (tempat relokasi) masuknya RT 25/06 Desa Gintungkerta. Intinya agar ada tindaklanjut dari pemda," katanya.
Secara terpisah, Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Budiman Ahmad mengatakan, pihaknya belum mendapat tembusan terkait penghentian pelayanan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Gintungkerta. "Kami belum dapat tembusan. Malahan infonya baru saya terima dari akang," ujar Budiman.
Ia melanjutkan, sebenarnya dari segi etika pemerintahan, dibentuknya pemerintahan desa bertujuan untuk menjalankan pelayanan terhadap masyarakat. "Kami akan tindaklanjuti dan kaji kenapa sampai bisa tutup," ujarnya.
Tetapi, kata Budiman, kalau sampai Pemerintah Desa Gintungkerta tetap tidak menjalankan kewajibannya memberikan pelayanan kepada masyarakat,  akan ada tindaklanjut dari pemda berupa sanksi. "Sesuai ketentuan, akan ada sanksi. Tentu ada tahapannya. Mulai dari sanksi administratif, sampai pada titik tertentu bisa diberhentikan sementara," ujarnya.
Menurut Budiman, seharusnya untuk mencari perhatian dari kepala daerah, bukan melakukan penghentian pelayanan. Tetapi bisa dengan cara lain, yaitu melayangkan surat, audiensi atau lain sebagainya. Dengan demikian masyarakat Gintungkerta secara umum tetap terlayani saat ada keperluan yang berkaitan dengan pemerintahan. "Sebenarnya ada cara lain. Bukan menghentikan pelayanan. Ini malah merugikan warganya sendiri," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template