Hujan Sebentar, Belasan Hektare Sawah Banjir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hujan Sebentar, Belasan Hektare Sawah Banjir

Hujan Sebentar, Belasan Hektare Sawah Banjir

Written By ayah satria on Sabtu, 06 Mei 2017 | 18.44.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Ancaman kerugian masih mengincar petani Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Terlebih setelah peristiwa terakhir akibat hujan deras mengguyur bibit padi baru disemai di belasan hektar sawah disana ludes disaput air.
Petani Desa Margakaya tidak menampik musim tanam ini mereka rugi. Bukan karena gagal panen melainkan guyuran hujan yang membuat sawah jadi banjir. "Gara-gara hujan sawah jadi banjir dan bibit padi yang selesai disemai semua ludes terbawa deras air," ucap Iyek (36) petani Margakaya, Jumat (5/5).
Dia mengatakan akibat sawah tergenang air sungai Cigelam di wilayah Kampung Cilewo, Desa Margakaya, sekitar 11 hekter lahan sawah yang baru saja melakukan penyemaian mesti merugi akibat bibit yang baru saja disemai berusia 10 hari ludes tergerus air.
Kerugian petani ditaksir hingga mencapai puluhan juta rupiah. Dari satu hektare sawah benih bibit yang sudah disemai sekitar 10 hingga 20 Kilogram. Bibit padi yang sudah ditanam rata-rata jenis padi Jajar legowo, ir 42, sri dan sadane. Petani mengaku hingga kini belum bisa menyemai lagi terkendala keuangan. "Kerugian yang saya alami saja ya sekitar 100 hingga 200 ribuan, dan kebayang kalau petani yang dekat bantaran sungai Cigelam mesti mengalami hal yang lebih parah lagi," katanya.
Sementara Aseng (41) mengatakan dirinya belum miliki stok bibit yang masih bentuk padi. Tetapi dia memperkirakan setelah penyemaian itu dilaksanakan sampai kuat sekitar 10 dan 15 hari. Dirinya kini tengah menunggu waktu yang baik untuk lakukan penyemaian. "Untuk saat ini saya belum bisa merasakan nyaman jika mau lakukam penyemaian bibit baru. sekarang cuma menunggu waktu akan saya tanam sekitar 40 Kilogram dan saya akan tanam paling satu atau dua hari ke depan karena lahan sudah di lakukan penggemburan," tandasnya.
Sementara menyikapi persoalan tersebut, ketika meminta konfirmasi seputar persoalan gagal tanam para petani karena bibit semai padi di wilayah itu oleh luapan sungai melalui telepon selular, Kepala UPTD Pertanian tidak diangkat.
Menurut petani Cilewo, Emus (33) dia beranggapan mesti bisa melakukan tanam ulang semai bibit karena mengejar waktu tanam sebelum masuki Bulan Ramadhan. "Kalau saya biarin sawah saya tidak ditanam karena terkena musibah luapan sungai Cigelam kan sayang. Makanya saya mesti tanam walau bagaimana pun sekarang, kalau masuki bulan ramadhan kan tinggal istirahatnya saja sambil menunggu waktu panen," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template