Harga Gabah di Tempuran Merangkak Naik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Gabah di Tempuran Merangkak Naik

Harga Gabah di Tempuran Merangkak Naik

Written By Mang Raka on Senin, 08 Mei 2017 | 14.30.00

TEMPURAN, RAKA - Musim panen rendeng masih menyisakan ribuan hektar di wilayah hilir Karawang, cuaca yang mendukung, membuat gabah kering terus merangkak naik. Kenaikan itu terjadi pada berbagai varietas seperti Ciherang, Mekongga, Muncul hingga Infari dikisaran Rp 4,6 - 5,2 ribu perkilogramnya.

Seperti diungkapkan buruh tani di Tempuran, Sodikin (46) berbeda dari musim sebelumnya yang dilanda rebah dan membuat bulir padi tumbuh normal, musim panen kali ini pengendalian hama cukup ampuh dan tidak mengurangi signifikan jumlah produksi. Pasalnya, selain cuaca panas yang bagus bagi perkembangan bulir padi, membuat pertumbuhannya cukup bagus.
Bahkan, sebelum diparit sudah banyak di incar para Tengkulak dan calo. Betapa tidak, dalam satu hektar di beberapa desa di Kecamatan Tempuran yang sudah memasuki masa panen, berhasil memproduksi gabah dikisaran 6 - 7 ton, dengan harga yang ditawarkan Rp 4,6 - 5,3 ribu perkilogramnya. Itu sebut sodik terjadi dibeberaa Varietas, baik Ciherang, Invari maupun Mekongga. "Alhamdulillah sekarang mah jarang yang rebah, produksi bagus harga juga bersaing," ungkapnya.
Senada dikatakan buruh tani lainnya, Jajang (49), beberapa desa yang sudah masuki panen di Tempuran selain Jayanegera, juga disebelah barat ada di Desa Dayeuhluhur, Lemahduhur dan Lemahsubur. Harga gabah bisa dibilang kondusif dibanding bulan-bulan sebelumnya di wilayah hulu, karena dari kisaran Rp 3,9 - 4,5 ribu perkilogramnya, saat ini sudah mencapai Rp 4,6 - 5,2 ribuan.
Itu melalui Tengkulak dan Calo dilapangan. Kondisi ini sedikit menguntungkan petani, karena bukan saja modal yang bisa balik, buruh tani juga meningkat penghasilannya. Sebab, jika harga sudah dibawah Rp 4,1 ribuan saja, belum sebanding dengan biaya produksi sperti tracktor, biaya tandur hingga jasa rontogan dan buruh taninya menelan biaya yang tidak sedikit. "Kalau harga gak tinggi ya kita biaya produksinya dari mana," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template