Guru dan Kepsek Diingatkan Bayar Tabungan Siswa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru dan Kepsek Diingatkan Bayar Tabungan Siswa

Guru dan Kepsek Diingatkan Bayar Tabungan Siswa

Written By Mang Raka on Sabtu, 20 Mei 2017 | 16.00.00

TELAGASARI, RAKA - Slogan tabungan siswa rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya agaknya masih harus dipahami lebih cermat lagi, terutama oleh oknum guru dan kepala sekolah yang getol meminjamkan uang tabungan siswanya disaat kondisi sekolah paceklik. Karena itu, menjelang dibagikannya raport 17 Juni mendatang para guru dan kepsek itu diingatkan segera membayarkan hak tabungan siswanya.

Pengawas UPTD Pendidikan Kecamatan Telagasari, Ade Sukardi S.pd mengultimatum itu, Jumat (20/5). "Diharapkan tabungan siswa bisa diberikan seminggu sebelum tanggal pembagian raport. Memang, sebagian sekolah ada yang memilih menitipkan hasil uang tabungan siswa tersebut di Bank dan Koperasi, tapi tidak sedikit juga yang meminjaminya untuk operasional sekolah disaat musim paceklik," tandas Ade.
Tapi yang jelas, lanjut Ade, namanya terhutang tetaplah hutang yang harus dibayarkan, jangan sampai setelah dibagikannya raport banyak orangtua/wali murid menagih-nagih uang tabungan siswa. Karenanya, hak itu harus diberikan selambat-lambatnya seminggu sebelum pembagia raport. "Sebentar lagi nanti mau bagi raport, tabungan siswanya harus dibayarkan segera, jangan ada istilah guru atau sekolah ngutang ke tabungan siswa," tandasnya.
Lebih jauh Ade menambahkan, gejala pinjaman oleh guru dan Kepsek itu memang selalu ada. Namun yang penting pas saat dikeluarkan harus ada. Dulu kenangnya, sebenarnya era mantan bupati Dadang S Muchtar, sempat ada larangan menabung disekolah, ini bukan tanpa dasar, sebab yang ia rasakan memang lebih banyak madharatnya ketimbang manfaat. Apalagi, yang sekarang menabung itu bukan didorong dari pendidikan menghemat, melainkan titipan orang tua saja, lain halnya dulu, anak-anak siswa itu menabung bear-benar dari uang yang disisihkannya dari jajan.
Saat ini, menabung disekolah  bisa menjadi petaka bagi guru, apalagi yang doyan meminjaminya. Bahkan, peluang itu besar, seandainya Gaji PNS sudah min, kemudian sertifikasi digadaikan ke rentenir dan lainnya. Maka saat dibuka tabungan, sebut Ade, Khawatir tabungan tidak kembali, apalagi saat ini, dimana sertifikasi dan bos belum juga cair. "Bagaimana kalau menabung di guru yang Gaji sudah mentok, sertifikasi sudah digadai di Koperasi. Apa masih dipercaya," tanyanya.
Lebih jauh ia menambahkan, rata-rata tabungan siswa kolektif dari kelas 1 - 6 misalnya, dalam setahun bisa mencapai Rp 60 juta - Rp 100 jutaan. Wajar di Kecamatan Telagasari saat ini sudah banyak Kepsek yang larang tabungan diaktifkan disekolah. Sebab, yang ia ketahui, dari 30 SD yang ada, hanya sebagiannya saja yang masih menerapkan tabungan tersebut. Sehingga, untuk saat ini, ia rasa tabungan siswa di Telagasari masih cukup aman, sebab, riak ketidakberesan biasanya mulai muncul sekitar 3 bulanan sebelum tahun ajaran baru berakhir.
Karenanya, ia menghimbau kepada Orangtua/wali murid agar aktif mengingatkan guru dan kepsek kaitan tabungan anak-anaknya sebelum di turunkan jelang hari H. Sehingga berakhirnya tahun ajaran baru orangtua dan siswa punya cukup uang untuk membeli keperluan dan alat-alat sekolah dan terhindar dari penagihan-penagihan ke sekolah yang tidak perlu. "Alhamdulillahnya di Telagasari ini nampaknya stabil dan tidak ada gejolak-gejolak tidak dibayarkan," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template