Gara-gara BOS Belum Turun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gara-gara BOS Belum Turun

Gara-gara BOS Belum Turun

Written By Mang Raka on Kamis, 18 Mei 2017 | 15.30.00

- Ada Kepsek Gadai Surat Kendaraan

JAYAKERTA, RAKA- Hingga awal Mei 2017, beberapa kepala sekolah dasar (SD) mengeluhkan lambatnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang turun. Akibatnya, ada kepsek yang terpaksa menggadaikan surat-surat kendaraannya untuk menutupi kebutuhan sekolah. Dan ada juga kepsek yang terpaksa harus meminjam uang pada pihak ketiga untuk kegiatan di sekolahnya, terlebih menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN).
Hal ini diakui oleh Kepala SDN Kemiri 1, Jejen Jenudin S.Pd.I. Dia kebingungan saat mempersiapkan ujian nasional (UN) yang di digelar Senin (15/5) hingga Rabu (17/5). Pria bertubuh tambun ini mempertanyakan dana BOS yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hingga kini belum cair, sehingga pelaksanaan UN tersebut dirinya sampai menggadaikan surat-surat kendaraanya. "Iya memang belum cair dana BOS nya sampai sekarang ini, sementara persiapan UN pun kemaren sampai menggadaikan surat-surat kendaraan, tapi  alhamdulillah pelaksanaan UN ini berjalan lancar," keluh Jejen Jaenudin, kepada Radar Karawang.
Belum cairnya dana BOS tersebut, sedikit banyak akan menambah beban sekolah. Karena selain persiapan UN, dana BOS juga dimanfaatkan pihak sekolah untuk membayar gaji guru honorer, pembelian buku pelajaran dan keperluan lain yang sesuai dengan petunjuk penggunaan dana BOS. "Dari awal sebelum pelaksanaan persiapan UN, sebenarnya sudah aman, tapi pakai dana pribadi hasil menggadaikan surat-surat kendaraan, ada juga pinjam ke orang lain. Tidak masalah asal persiapan waktu itu beres," ujarnya.
Kondisi tersebut diperparah lantaran dana BOS APBN untuk triwulan II yang dikucurkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang juga belum ada kejelasan kapan bakal dicairkan. Akibatnya, hal itu menambah beban berat dan pikiran pihak sekolah.
Hal serupa disampaikan Kepala SDN 2 Dewisari, Syahya, sampai saat ini ia belum menerima dana BOS. Akibatnya untuk membayar gaji guru honorer, ia tepaksa merogoh  kantongnya sendiri. "Belum ada kabar sampai sekarang, mudah-mudahan cepat cair saja. Sebab biaya persiapan UN kemaren hasil dari pinjaman, dan biaya untuk honor pun terpaksa saya ngambil dikantong sendiri," terangnya.
Pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Jayakerta, Tabroni M.Si mengakui, akibat keterlambatan pencairan dana BOS tersebut banyak kepala sekolah yang mengadu, sejumlah kepala sekolah ketar-ketir mencari dana untuk persiapan pelaksanaan UN. Akan tetapi alhamdulillah pelaksanaan UN tersebut berjalan lancar tanpa hambatan walaupun keterbatasan sarana dan prasarana seadanya. "Meski demikian saya berharap kepada seluruh kepala sekolah di lingkungan Kecamatan Jayakerta untuk tetap bekerja dengan maksimal dalam melaksanakan UN, dan para guru PNS maupun honorer tetap semangat membimbing peserta didik meski dengan berbagai keterbatasan yang ada," pungkasnya. (rok)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template