Ernawati, Siswi Tunanetra di Dengklok (1) - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Ernawati, Siswi Tunanetra di Dengklok (1)

Ernawati, Siswi Tunanetra di Dengklok (1)

Written By Mang Raka on Kamis, 04 Mei 2017 | 12.30.00

-Hidup Tragis Tapi Tetap Semangat Sekolah

RENGASDENGKLOK, RAKA - Hidup dengan segala keterbatasan, bukan berarti menjadi pembenaran terus menerus meratapi nasib. Justru sebaliknya, harus tetap semangat menjalani hidup.
Ernawati (11) contohnya. Terlahir dari pasangan Darim dan Rasmi asal Dusun Bengle, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, dia harus menjalani hidup tanpa melihat. Bahkan, penderitaannya itu dialaminya sejak usia 3 bulan.  Meski begitu, semangatnya mengejar impian harus ditiru. Dia tetap sekolah, walaupun tempat kegiatan belajar mengajar di sekolah umum, yang serba minim fasilitas. "Saya maksain sekolah karena ingin pinter, seperti teman-teman saya," kata Erna (sapaan akrab Ernawati) kepada Radar Karawang, Rabu (3/5) kemarin.
Menurut guru SDN Dewisari 3, Cunayah SAg, kecerdasan Erna patut diacungi jempol. Di balik kekurangannya, Erna ternyata cepat menghafal. "Kalau disuruh baca memang gak bisa, karena memerlukan penglihatan. Tapi dengan daya nalar yang kuat, ia sudah bisa menghafal semua huruf dan bisa membaca, sama halnya dengan hitungan perkalian," kata Cunayah.
Dengan kondisi fisik Erna yang tanpa penglihatan, sambung Cunayah, Erna juga mampu mengendarai sepeda dan memboncengi adiknya saat bermain. Hal tersebut yang membuat gurunya tergugah untuk mengajak Erna bersekolah. Dia menganggap ada kelebihan lain yang tidak dimiliki siwa normal pada umumnya.
Dilematis, kata Kepala SDN Dewisari 3, Mokh Halimi SPd, Msi, mengingat SDN Dewisari 3 merupakan sekolah umum hanya menerima siswa normal. Namun, dengan kondisi keluarga yang dinilai kurang mampu, dan jarak untuk ke SLB juga terlalu jauh. Untuk sekadar memenuhi kebutuhan pendidikannya, maka Erna diikut sertakan dalam ruangan kelas untuk mengikuti pelajaran bersama siswa lain. "Seharusnya Erna itu bersekolah bareng dengan penyandang disabilitas lainnya di SLB, namun dengan keterbatasan orangtuanya dan semangat anaknya yang selalu ingin bersekolah, dengan rasa iba terpaksa kami terima," kata Halimi. (bersambung/rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template