Dukun Palsu Tirtajaya Garap Empat ABG - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dukun Palsu Tirtajaya Garap Empat ABG

Dukun Palsu Tirtajaya Garap Empat ABG

Written By Mang Raka on Jumat, 19 Mei 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Kasus pencabulan modus pengobatan supranatural kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh Umar Maya alias Indra (37) warga Dusun Cibarusah, 04/02, Desa Tirtajaya, Kecamatan Tirtajaya. Dia mengaku sebagai paranormal sakti yang bisa mengobati guna-guna.
Umar yang mengaku sebagai paranormal awalnya memperdayai ADF (15) tetangganya, yang saat itu sering sakit-sakitan. Upayanya langsung mulus karena orangtua ADF percaya jika penyakit yang menimpa putrinya, karena diguna-guna oleh seseorang. Sehingga ketika pelaku membawa ADF untuk mengikuti ritual pengobatan di sekitar Makam Panjang di daerah Desa Malangsari, Kecamaan Pedes, orangtua ADF tidak keberatan. "Usai mengikuti ritual tersebut, pelaku mengajak ADF mampir ke salah satu rumah kosong di daerah Sungaibuntu, hingga akhirnya disetubuhi," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Herwit Yuanita, Kamis (18/5) kemarin.
Sepekan kemudian, lanjut Herwit, pelaku kembali mengajak ADF untuk melakukan ritual dan kembali mencabuli korban di tempat yang sama. Aksi pelaku yang dikemas cukup rapi tersebut, sama sekali tidak menimbulkan rasa curiga. ADF malah mengajak rekannya RCN (16) untuk mengikuti ritual tersebut atas saran Umar.
“RCN yang sudah terperdaya itu pun tertarik untuk mengikuti ritual, karena berharap penyakit dan gangguan mahluk halus akan hilang dari dalam tubuhnya," ujarnya.
Ia melanjutkan, tanpa sadar, RCN pun dicabuli di rumah kosong itu. Selain RCN, dua remaja lainnya EN (15) dan VA (15) juga bernasib sama dan dicabuli di tempat yang sama. Perbuatan pelaku akhirnya terhenti setelah salah satu korban mengadu kepada orangtuanya, dan menceritakan perlakuan pelaku terhadapnya. Mendapat laporan tersebut, orangtua korban melapor ke kepolisian. Tak berselang lama pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. “Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui tidak memiliki ilmu untuk pengobatan. Dan itu hanya untuk modus saja, supaya hasrat biologis pelaku tersalurkan kepada korbannya. Pelaku dikenai pasal 81 dan 82 KUHPidana dengan ancaman minimal 5 tahun penjara, serta denda Rp 15 miliar,” pungkasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template