Dimas Ikut Ujian Meski Tangan Diinfus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dimas Ikut Ujian Meski Tangan Diinfus

Dimas Ikut Ujian Meski Tangan Diinfus

Written By Mang Raka on Rabu, 17 Mei 2017 | 12.00.00

JAYAKERTA, RAKA - Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Adagium ini dipahami betul oleh Dimas Andrian. Meski tangan diinfus karena diserang tipes, Semangat bocah Jayakerta yang bersekolah di SDN 1 Kemiri itu patut diacungi jempol.
Bayangkan, saat mengerjakan soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN), anak bontot dari lima bersaudara ini ditemani infus lengkap dengan juluran selang dan jarum yang menancap ke pembuluh nadinya. Namun, itu tidak menjadi masalah. Baginya bisa menyelesaikan soal USBN di sekolah lebih penting. "Saya ingin ngerjain soal bersama teman-teman di sekolah," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (16/5) kemarin.
Sang ibu, Unaenah (56) mengaku tidak bisa melarang keinginan anaknya, yang memaksa mengikuti USBN di sekolah. Dimas bersikeras ingin mengerjakan soal-soal ujian di kelas seperti teman-temannya. "Mantri juga menyuruhnya istirahat di rumah, apalagi dengan kondisi tangan masih diinfus. Tapi anaknya gak mau, malah maksa ingin tetap ke sekolah," katanya.
Demi mewujudkan keinginan anaknya, Unaenah menemani anak yatim tersebut pulang pergi. "Paling besok (hari ini) terakhir, mudah-mudahan saja lancar," harapnya.
Kepala SDN 1 Kemiri Jejen Jaenudin menambahkan, sejak hari pertama ujian, Dimas datang ke sekolah dalam keadaan tangan diinfus. Namun, karena semangat belajarnya yang tinggi, dia sengaja menyewakan becak untuk Dimas saat berangkat ke sekolah. Sedangkan pulangnya diantar salah satu guru. "Saya juga pernah menawarkan kalau Dimas mestinya ngisi soal ujian di rumah. Tapi anaknya gak mau, dan tetap memilih berangkat ke sekolah," jelasnya.
Menurutnya semangat belajar anak dari keluarga kurang mampu itu harus diapresiasi. Semangatnya meraih mimpi sudah teruji. "Setiap hari dia anak yang rajin," ungkapnya.
Seorang siswi, Selfiatunnada yang juga satu ruangan dengan Dimas mengaku iba, dan ikut prihatin dengan kondisi temannya yang harus membawa infusan ke sekolah. Hal itu membuatnya termotivasi, agar memperjuangkan cita-cita. "Dimas saja yang lagi sakit masih semangat dan bersedia sekolah, apalagi kita yang memang sehat," tandasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template