Dicekoki Miras Bercampur Excime, Bocah Cilamaya Digilir Empat ABG - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dicekoki Miras Bercampur Excime, Bocah Cilamaya Digilir Empat ABG

Dicekoki Miras Bercampur Excime, Bocah Cilamaya Digilir Empat ABG

Written By Mang Raka on Sabtu, 20 Mei 2017 | 12.00.00

-Pelaku Masih Berkeliaran

KARAWANG, RAKA - Perilaku beberapa ABG di Kabupaten Karawang semakin bejat. Mereka tidak hanya senang pesta minuman keras dan mengonsumsi obat-obatan terlarang, tapi juga sudah berani memperkosa anak sebaya.
Sebut saja Bunga (16) warga Kecamatan Cilamaya Wetan. Setelah dicekoki miras jenis ciu yang sudah dicampur dengan pil penenang excimer, siswi kelas X salah satu sekolah swasta ini diperkosa empat lelaki di areal pesawahan, Minggu (7/5) dua pekan lalu.
Bunga yang ditemui sebelum memberikan keterangan ke penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang mengatakan, sebelum aksi perkosaan yang disertai ancaman itu terjadi, dirinya sedang bermain tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba, S (12) tetangganya datang menjemput, mengajaknya bermain menggunakan sepeda motor. Tanpa berpikir panjang, Bunga langsung menuruti ajakan siswi kelas VII itu. "S membawa saya untuk ketemu C pacar S, dan F (16) siswa kelas IX di areal pesawahan Kampung Krasak, Desa Tegalsari, hingga akhirnya kami dipaksa untuk minum ciu itu," kata Bunga.
Bunga yang awalnya menolak meminum minuman beralkohol tanpa label itu, tak bisa berbuat apa-apa setelah salah seorang dari pelaku mengeluarkan kata ancaman. "Awas! Kalau gak minum, liatin aja nanti pulangnya," kata Bunga menirukan ancaman seorang pelaku.
Mendapat ancaman tersebut, Bunga pun terpaksa meminumnya meski diakuinya rasanya sangat pahit. Minuman yang sudah dicampur obat terlarang itu, lamban laun membuat kesadaran Bunga hilang. "Dia pulang ke rumah dan diantar oleh S dengan kondisi mabuk," kata Abdul Karim (48) paman Bunga.
Akibat pengaruh miras dan obat itu, lanjut Karim, Bunga tidak sadar hingga tiga hari lamanya. Tetapi, sambungnya, Bunga masih samar-samar mengingat peristiwa yang baru dialaminya. Meski begitu, dia selalu mengeluhkan rasa sakit di sekitar kemaluannya. "Khawatir akan kehormatan Bunga telah terenggut, Bunga langsung dibawa ke puskemas untuk diperiksa," terangnya.
Meski dokter menyatakan kehormatan Bunga sudah terenggut, pihak keluarga tidak lantas melaporkan perbuatan bejat para pelaku kepada aparat kepolisian. Sebab, pihak keluarga lanjut Karim, terlebih dahulu menunggu Bunga hingga benar-benar sadar. Bahkan, setelah mendengar kronologis kejadian hingga siapa saja pelakunya, orangtua Bunga belum mengambil tindakan. "Kami tidak cepat-cepat lapor karena takut dan nggak ngerti," kata Karim.
Sebelum membuat laporan, jelas Karim, pihak keluarga termasuk dirinya terlebih dahulu mengorek informasi dari S soal kebenaran ucapan Bunga. "Setelah jelas, kami pun melaporkan kasus ini, Minggu (15/5) lalu ke Polres Karawang," terang Karim.
Berdasarkan pengakuan S kepada Karim, ada empat lelaki yang ikut mencabuli Bunga. Dua diantaranya berinisial F dan C. Sedangkan dua lelaki lainnya tidak dikenal karena merupakan rekan C. "Nanti kalau C sudah tertangkap, identitas kedua lelaki itu pasti terungkap," tambah Karim.
Meski belum mengetahui identitas dari kedua lelaki yang diduga ikut mencabuli Bunga, Karim mendapat informasi yang menyebutkan salah seorang diantaranya masih bujangan dan berstatus mahasiswa. "Katanya, lelaki yang satu lagi mahasiswa," ucapnya.
Kanit PPA Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita belum bisa memberikan info lengkap karena sedang cuti. "Saya lagi cuti, ke kantor saja pak," ungkapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. Amit2,..bobrok bnget pergaulannya,...pelaku harus segera di tangkap dan harus segera di kebiri,..

    BalasHapus
  2. Kaloo udah kaya gini, siapa yg di salahin ?
    Orangtua, lingkungan/pergaulan, dan media sangat mempengaruhi para anak2 masa depan ini !!!

    BalasHapus
  3. Coba tolong usut tuntas yg kaya begini ! Bikin malu dan meresahkan warga !

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template