Bupati Mengaku Masih Upayakan Pembangunan Makam Syech Quro - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bupati Mengaku Masih Upayakan Pembangunan Makam Syech Quro

Bupati Mengaku Masih Upayakan Pembangunan Makam Syech Quro

Written By Mang Raka on Senin, 22 Mei 2017 | 15.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Disela-sela menghadiri rangkaian kegiatan Haul syekh Quro di Kampung Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Sabtu (20/6) kemarin, Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana mengaku tengah berupaya mendapatkan kembali jatah ratusan miliar untuk pembangunan destinasi wisata di Karawang yang dibatalkan Pemprov Jabar tahun ini.

Dirinya mengaku tengah berkoordinasi dengan teman-temannya dilingkungan Pemprop Jabar. Sebab pemerintah mungkin punya alasan tersendiri kaitan pembatalan anggaran puluhan miliar tersebut. Bahkan, bisa saja sebut Cellica persoalan ini bukan saja dialami Jawa Barat, tetapi juga menasional. "Kita masih koordinasi dengan teman-teman di Propinsi dalam kaitan ini," katanya.
Cellica menambahkan, memang sebelumnya Pemkab senang dengan adanya jatah bagi pembangunan destinasi wisata Rp 10 Miliar, termasuk syekh Quro ini, anggaran itu cukup besar, hanya saja sejauh ini pihaknya masih sedang berupaya lagi mendapatkannya. Kalau disinggung keuangan Pemkab, Cellica menyebut itu  masih terbatas. Sebab, sebagai mana diketahui pembangunan program infrastruktur jalan saja saat ini lebih dibutuhkan, tapi memang wisata juga memang tidak kalah penting. Tinggal Pemkab sejauh ini tinggal melakukan kolaborasi saja bersama Pemprov Jawa Barat kaitan pengembanganya seperti apa. "Kalau anggaran kita kan terbatas, apalagi program infrastruktur jalan sangat dibutuhkan, tapi wisata juga tak kalah penting sih, makannya kita ingin kolaborasikan dengan Pemprov dulu," pungkasnya.
Sebelumnya, Kades Pulokalapa, Popo Fatmawati mengaku kecewa atas kabar adanya pembatalan pengembangan wisata sejarah makam syech quro tahun ini. Ditengah persiapan ajuan yang sudah dilakukan, hingga persoalan intenal ahli waris yang stabil, justru anggaran Rp 33 Miliar tahun ini menjadi kali kedua dibatalkan setelah tahun 2012 lalu.
Dirinya sempat mewanti-wanti Pemprov Jawa Barat, jika diperlukan dirinya sendiri yang akan jemput bola mendatangi Pemprov. Disisi lain, anggaran Pemkab dilahan seluas lebih dari 1 hektar tersebut, hanya diperuntukan bagi 1 pendopo saja. Untuk itu, ia berharap, Pemkab bisa jemput bola memastikan ulang anggaran yang sesuai DED untuk perluasannya tersebut. "Kita kecewa dibatalkan lagi, kalau tahun depan diulang lagi ajuannya dan DED nya juga, apa perlu saya datang sendiri ke Provinsi," ucapnya. (lrud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template