Bukti Pemilik Lengkap Lahan Sulit Diserobot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bukti Pemilik Lengkap Lahan Sulit Diserobot

Bukti Pemilik Lengkap Lahan Sulit Diserobot

Written By Mang Raka on Jumat, 19 Mei 2017 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Hamparan lahan yang luas ternyata rawan diserobot atau digarap oleh pihak lain tanpa izin. Seperti yang terjadi pada lahan milik Suzana Laloan Takapente, warga RT 004/002 Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Namun karena bukti kepemilikan lengkap, lahan tidak berpindah tangan.
Luas lahan anak mantan menteri perhubungan era Presiden Soekarno ini seluruhnya sekitar 2.100 hektare, yang membentang di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang. Sekitar 1.500 hektare diantaranya diplot masuk kawasan zona industri.
Andi Ruslan Mokoago, kuasa dari Suzana Laloan Takapente mengatakan, lahan tersebut sebelumnya eks Perkebunan Sanosor. Dia mengatakan, tanah milik Suzana tersebut berada di wilayah Cibening, Cikumpai, Cihambulu Kabupaten Purwakarta. Sementara di wilayah Subang, Desa Kedawung, Karangmukti, Karanghegar, Pringkasap, Kosar, Sawangan, Wantilan, Lengkong sampai ke arah Pagaden. “Saya tidak mau lagi mendengar ada penggarap di lahan milik Suzana atau siapapun pejabat, yang sengaja mencoba merubah hak atas tanah tersebut secara ilegal, seperti yang terjadi pada sekitar tahun 2014 lalu," kata Andi kepada Radar Karawang, di kantornya komplek Grand Taruma Karawang, Kamis (18/5).
Dikatakan, bagi yang mencoba mengubah hak atas tanah tersebut, maka harus berurusan dengan dirinya sebagai orang yang mendapat kuasa atas tanah tersebut. Andi mengatakan, siapapun yang mencoba mengubah kepemilikan secara ilegal akan sia-sia. "Kalau harus berurusan dengan hukum, maka tetap saja dimenangkan oleh Suzana pemilik tanah tersebut, sesuai dengan data dan bukti yang dimiliki,” kata Andi.
Dalam kesempatan itu, Andi menunjukan sejumlah dokumen bukti kepemilikan lahan milik Suzana yang berada di wilayah Purwakarta dan Subang. Untuk itu, jika memang ada pihak yang ingin memiliki lahan tersebut bisa menemuinya. "Sebaiknya menghubungi saya langsung untuk melakukan transaksi jual beli yang sah," ujarnya.
Andi juga menjelaskan, pihaknya telah mengajukan pemblokiran kepada pihak BPN Subang, untuk tidak melakukan perubahan hak atas milik almarhum Karel Philp Max Laoh, orangtua Suzana, yang berada di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, tepatnya di Desa Wantilan C nomor 98 seluas 82 hektare, di Desa Sawangan, C nomor 542 seluas 227 hektare, di Desa Lengkong seluas 39 hektare.
Dia juga menambahkan untuk di wilayah Kecamatan Kalijati, berada di Desa Marengmang C nomor 939 seluas 89 hektare, di Desa Wanakerta seluas 29 hektare, di Desa Kaliangsana seluas 23 hektare, lalu yang berada di Kecamatan Pabuaran, berada di Desa Caracas seluas 82 hektare, di Desa Kosar C nomor 476 seluas 203 hektare, di Desa Pringkasap luas 29 hektare, di Desa Panyingkiran luas 33 hektare dan di wilayah Kecamatan Purwadadi, di Desa Koranji C nomor 1.323 luas 86 hektare. “Jauh sebelumnya, saya sudah mengajukan pemblokiran tanah tersebut kepada BPN Subang, agar tidak memproses peralihan hak atas tanah yang diajukan oleh para pembeli terhadap tanah itu," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template