Alokasi Anggaran Pertanian Mencurigakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Alokasi Anggaran Pertanian Mencurigakan

Alokasi Anggaran Pertanian Mencurigakan

Written By Mang Raka on Selasa, 02 Mei 2017 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Penggunaan anggaran sebesar Rp 663 juta yang dialokasikan Dinas Pertanian Karawang tahun 2015 dipertanyakan. Pasalnya, perbedaaan data tentang lahan pertanian masih muncul dalam pembahasan Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Harusnya ketika sudah jadi raperda tidak ada lagi pembahasan tentang luas lahan pertanian, tapi kenyataanya pembahasan raperda LP2B itu alot di pembahasan lahan pertanian,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Karawang, Indriyani, kemarin.
Indri yang juga anggota DPRD Karawang mengatakan, dalam pembahasan seharusnya pembahasan terkait situasional lahan dan bukan malah berdebat lagi tentang luas lahan yang berbeda-beda. “Saya juga heran kenapa sampai saat ini belum diparipurnakan. Apalagi itu raperda usulan dari eksekutif. Sebab harusnya jika raperda itu masuk ke DPRD semua datanya sudah valid,” katanya.
Saat ini juga, kata politisi partai Nasdem itu, ada perbedaan antara jumlah kecamatan yang masuk dalam LP2B di RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) dan raperda LP2B yang diajukan. “Seharusnya dasar raperda LP2B itu RTRW, tapi malah ada perbedaan,” tuturnya.
Indri mengaku belum pernah diundang untuk memberikan saran dan pendapatnya tentang raperda LP2B tersebut. Padahal ini menyangkut petani dan bukan hanya kepentingan eksekutif dan legislatif. “Ya seharusnya Pansus raperda LP2B juga mengikutsertakan petani atau organisasi petani untuk memberikan saran dan pendapatnya,” tuturnya.
Indri mengimbau, agar pembahasan dalam raperda LP2B itu juga memberikan rekomendasi yang jelas tentang lahan yang dipertahankan atau kalau bisa menambah luas lahan pertanian. Sebab merujuk pada target produksi padi dari pemerintah pusat setiap tahunnya terus bertambah. “Kami juga tidak tahu sudah sejauh mana pembahasan raperda LP2B, sebab sampai saat ini kami belum pernah diundang. Tapi kami berharap raperda itu bisa menunjang kegiatan pertanian di Karawang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, mengalokasikan ribuan hektare sawah di tujuh kecamatan yang tidak masuk kategori lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai lahan cadangan pertanian. Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi mengatakan, dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Karawang, ribuan hektare areal sawah di tujuh kecamatan tidak dikategorikan lahan pertanian pangan berkelanjutan, sehingga rawan beralihfungsi.
Tujuh kecamatan itu diantaranya Kecamatan Lemahabang yang memiliki luas pertanian 4.274,03 hektare, Pangkalan seluas 1.783,57 hektare, serta Kecamatan Tegalwaru dengan lahan seluas 1.492,60 hektare. Kemudian Kecamatan Telukjambe Timur yang memiliki luas lahan pertanian seluas 308,78 hektare, Telukjambe Barat dengan luas lahan pertaniannya 308,78 hektare, Kecamatan Klari seluas lahan pertanian 282,97 hektare, serta Kecamatan Purwasari seluas 267,73 hektare.  
Hanafi mengakui ribuan hektare areal pertanian di tujuh kecamatan itu merupakan lahan pertanian teknis. "Agar tidak terjadi alih fungsi besar-besaran di areal sawah di tujuh kecamatan itu, maka kami akan memasukkan areal sawah itu sebagai lahan cadangan. Nanti akan dituangkan dalam Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan," katanya.  
Menurutnya, dalam Perda RTRW hanya areal sawah yang tersebar di 21 kecamatan yang dikategorikan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Luasnya mencapai sekitar 81 ribu hektare. Sedangkan sesuai kajian yang telah dilakukan, terdapat areal sawah seluas 89 hektare yang tersebar di 29 kecamatan yang masuk kategori lahan pertanian pangan berkelanjutan.  
Dari kajian konsultan, lahan itu harus dipertahankan dan tercatat dalam Rancangan Peraturan Daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. "Sebagai solusi, ribuan hektare sawah di tujuh kecamatan yang tidak tercatat harus dipertahankan itu akan dimasukkan dalam kategori lahan pertanian cadangan. Itu akan dimasukkan dalam Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan," kata Hanafi. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template