54 Guru tak Layak Jadi Penilik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 54 Guru tak Layak Jadi Penilik

54 Guru tak Layak Jadi Penilik

Written By Mang Raka on Selasa, 23 Mei 2017 | 12.00.00

-Rawan Aksi Titip-menitip

KARAWANG, RAKA - Persaingan tenaga pendidik meraih kursi penilik mulai ketat. Dari 130 orang yang mendaftar, hanya 94 orang guru dari berlatar belakang pengajar SD, SMP, maupun SMA yang mendaftar ulang dan mengikuti tes, Senin (22/5) dan Selasa (23/5).
Dari jumlah guru maupun kepala sekolah yang mengikuti tes, dipastikan 54 diantaranya akan menelan pil pahit. Karena Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang hanya menyediakan 40 kursi penilik.
Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang H Dadan Sugardan mengatakan, jumlah pendaftar yang banyak dan seleksi yang ketat, dijaminnya akan berjalan profesional dan transparan. Ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak, kaitan kentalnya muatan intervesi politis selama seleksi.
Sebab dari jumlah 130 orang dari latar belakang kepala SD, SMP dan guru, hanya dijatah kuota sekitar 40 orang untuk mengisi kursi penilik di Karawang. "Kita jamin profesionalitas seleksinya, terbuka dan sesuai aturan," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Dadan menegaskan, calon penilik di seleksi di SMK Texmaco. Dia ingatkan semua calon penilik yang mungkin nanti lolos, jangan coba-coba membidik jabatan struktural. Jika ada yang demikian, berarti menjadi penilik fungsional niatnya bukan semata pengembangan karir atau karena alasan priodesasi, tetapi karena menjadikannya sebagai batu loncatan menjadi pegawai struktural. "Saya gak bakalan izinkan yang lolos dipindahkan instan ke jabatan lain, sebelum fokus dua hingga tiga tahun jadi penilik," tandasnya.
Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Karawang Devi SPd mengatakan, jabatan penilik harus profesional. Dirinya tidak mau mendengar jika nanti banyak pendaftar, penilik jadi batu loncatan untuk mengejar jabatan tertentu. "Harus ada regulasi yang mengatur agar yang lolos seleksi itu fokus sebagai penilik dua hingga tiga tahun. Gak boleh dipindah-pindah kemana-mana, janganlah jadi batu loncatan," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template