43 Calon Jamaah Gagal Berangkat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 43 Calon Jamaah Gagal Berangkat

43 Calon Jamaah Gagal Berangkat

Written By Mang Raka on Rabu, 03 Mei 2017 | 13.00.00

-Diduga Tertipu Travel Umroh Bodong

KARAWANG, RAKA - Bisa menginjakan kaki di Tanah Suci adalah impian bagi umat Islam. Maka tidak heran jika banyak orang yang memanfaatkan hal itu untuk meraup pundi-pundi keuntungan.
Pengusaha travel pun berlomba-lomba menggaet sebanyak mungkin orang yang ingin pergi ke Mekkah, Arab Saudi. Beragam promosi dilakukan. Salah satunya umroh murah. Tapi apa jadinya jika penipu berkedok pengusaha travel umroh. Dipastikan banyak orang akan menelan pil pahit.
Seperti yang dialami oleh 43 warga Desa Cikampek Pusaka dan Kamojing, Kecamatan Cikampek. Mereka diduga tertipu oleh salah satu travel umroh bodong yang berasal dari Bogor. Hal itu terungkap saat salah satu keluarga yang dijanjikan akan berangkat pada bulan Februari lalu, namun sampai sekarang belum juga terealisasi. "Ini umroh kolektif. Warga tergiur oleh harganya yang terjangkau. Karena hanya sekitar Rp 17 jutaan," kata seorang keluarga korban yang namanya minta dirahasiakan kepada Radar Karawang, Selasa (2/5).
Dia menyampaikan, yang menjadi jamaah umroh kolektif tersebut adalah warga dari dua desa, yaitu Desa Cikampek Pusaka dan Desa Kamojing. Masing-masing desa terdapat koordinator untuk melakukan pencarian calon jamaah, yang mau berangkat ke Mekkah untuk menjalankan ibadah umroh.
Warga merasa percaya karena yang menjadi agennya adalah salah satu ustad di Desa Cikampek Pusaka, yang sering ngisi pengajian di majelis-majelis taklim. Ustad tersebut diketahui memiliki anak yang bekerja di Bogor. Melalui anaknya itulah mengaku punya akses ke travel umroh yang harganya murah. "Penggalangan jamaahnya dari akhir tahun 2016 lalu. Awalnya direncanakan berangkat pada Februari lalu. Tapi sampai sekarang belum ada satu pun yang berangkat," ujarnya.
Untuk tahap awal, warga yang daftar sekitar 36 orang, sedangkan sekitar 7 orang menyusul kemudian. Meski pada awalnya dijanjikan ongkos umroh hanya sekitar Rp 17 jutaan, tetapi pada kenyataannya calon jemaah terus dimintai uang. Totalnya diperkirakan rata-rata mencapai Rp 30 juta. "Padahal waktu pertama ngomongnya cuma Rp 17 juta," bebernya.
Yang membuat dia merasa heran, selain mengurus paspor, visa dan cek kesehatan dilakukan secara masing-masing. Ada penggalangan dana untuk acara halal bil halal yang dilakukan secara kolektif. Adapun besaran anggaran acara itu, masing-masing korban harus membayar uang sebesar Rp 1 juta. "Kami pernah menelusur ke Bogor. Ternyata alamat travelnya sudah pindah. Atau mungkin sudah tidak ada," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Karawang H Odang Buchariana menyampaikan, pihaknya kesulitan mengontrol travel umroh yang masuk ke karawang. Karena perizinannya biasanya diurus di pusat. "Memang banyak travel (umroh) yang masuk ke Karawang izinnya ke pusat. Di Karawang paling hanya agennya. Tapi mereka gak izin ke Kemenag Karawang," katanya.
Makanya saat terjadi persoalan, Kemenag tidak bisa ikut campur. Karena tidak ada kewenangan. Sementara travel umroh yang memiliki izin dan terdaftar di Kemenag Karawang hanya ada dua. "Cuma dua yang punya izin, Travel Haifa dan Baraya. Selain itu lepas dari pengawasan kita," katanya.
Dia mengaku sering menyampaikan kepada warga Karawang, jika ada travel yang memberikan tawaran umroh hanya dengan uang Rp 15 juta, jangan dipercaya. Karena uang segitu tidak akan cukup.  "Biaya segitu gak logis, jadi jangan percaya," tambahnya.
Meski demikian, pada bulan April lalu Kementerian Agama Pusat sudah melakukan kesepakatan bersama dengan Imigrasi, agar para calon jemaah haji maupun umroh yang mengurus paspor, harus menyertakan rekomendasi dari Kemenag setempat. "Kalau sebelum bulan April kami tidak bisa mengontrol. Tapi sejak bulan April sampai sekarang, kami bisa tahu berapa dan siapa yang akan berangkat umroh," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template