30 Menit Membaca Buku - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 30 Menit Membaca Buku

30 Menit Membaca Buku

Written By Mang Raka on Senin, 29 Mei 2017 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - Banyak cara untuk dapat meningkatkan kualitas diri, mulai dengan banyak membaca buku ataupun bisa dengan berdiskusi dengan teman sehimpun. Hal itu sti tidak hanya mampu meningkatkan kualitas keilmuan. Namun, dapat menjadikan kemampuan dialektika dan retorika kian dipertajam.
Kepala Bidang Pembinaan Anggota (PA) Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Karawang, Asep Sopian, mengatakan, program 30 menit wajib baca buku tersebut merupakan upaya untuk dapat terus menghidupkan budaya membaca dikalangan anggota yang terhimpun dari seluruh mahasiswa yang ada diseluruh Universitas ataupun perguruan tinggi di Karawang. Hal ini bertujuan, agar kualitas keilmuan para anggota HmI Cabang Karawang dapat terus ditingkatkan diberbagai komisariat yang ada di cabang. "Ini sudah berjalan beberapa minggu yang lalu. Sebagai kegiatan aktifitas kecil di malam hari. Kami isi dengan wajib baca buku 30 menit, dan itu diikuti seluruh kader HmI yang ada di tataran komisariat maupun cabang, agar dapat terus mempertahankan budaya-budaya yang ada di HmI, yakni membaca, berdiskusi dan menulis," tuturnya, kepada Radar Karawang, disela-sela agenda rutin harian yang diadakan di sekretariat HmI Cabang Karawang, kemarin.
Asep yang akrab disapa Nce ini, melanjutkan, dengan adanya program wajib membaca yang rutin digelar setiap malam ini. Bukan hanya upaya para pengurus untuk dapat mempertahankan budaya dan tradisi di organisasi. Akan tetapi, dapat menjadikan pola pengkaderan yang ada di HmI berjalan efektif. Dengan menitik beratkan terhadap sebuah kualitas para anggota. "Memang jadi ini lebih sesuai. Karena dengan adanya nuansa membaca, diskusi sama menulis. Menjadikan para anggota lebih paham bahwa sejatinya di HmI itu yang diutamakan kualitas bukan kuantitas," katanya.
Maka dari itu, lanjut dia, berbagai metode yang dikemas dalam program tersebut sedemikian rupa. Hal itu agar para anggota dapat  disiplin waktu. "Ini sebenarnya, gagasan Ketua Umum HmI Cabang Karawang, untuk mengisi kekosongan waktu dengan diadkaannya kegiatan kecil. Seperti membaca 30 menit setiap harinya minimal. Dan kini mulai terealisasi dengan efektif," ucap, mahasiswa semester akhir itu.
Ali Mubarok, kader Komisariat Ash-Shaaffaat Unsika, menambahkan, nuansa keilmuan memang begitu terasa, sehingga diskusi menjadi berbobot. Hal itu karena adanya program membaca buku 30 menit tiap malamnya. "Jadi pas kami membaca buku dengan durasi waktu 30 menit. Buku yang kami baca itu bukan saja dipersentasikan, tapi untuk terus dilanjut di hari kemudian, jadi tidak tercecer, kaya menyetor hasil membaca. Tapi, serunya saat buku yang dibaca berbeda-beda itu menjadikan nuansa dinamika diskusi seakan hidup dengan banyak referensi di dalamnya saat bertanya maupun menyanggah," katanya.
Dia berharap, dengan adanya program membaca 30 menit sehari yang menjadi program rutin di kepengurusan cabang tersebut, dapat menular keberbagai elemen lembaga kemahasiswaan dengan nuansa membaca yang dikemas sedemikian rupa meriahnya. "Semoga, tidak hanya ditataran cabang saja, tapi juga bisa menyentuh keberbagai komisariat dan sampai ke tataran BEM atau ke elemen lainnya, karena ini bagus untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di daerah ini," pungkasnya. (ian)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template