27 DPC Usung Mulyadi Maju Cagub - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 27 DPC Usung Mulyadi Maju Cagub

27 DPC Usung Mulyadi Maju Cagub

Written By Mang Raka on Rabu, 03 Mei 2017 | 15.30.00

BOGOR, RAKA - Partai Gerindra semakin percaya diri, untuk bisa memenangkan pilkada serentak di Jawa Barat. Hal tersebut, setelah DPD Partai Gerindra Jabar melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Senin (1/5).
Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi disebut-sebut akan diusung sebagai salah satu kader partai, yang bakal maju dalam pemilihan Gubernur Jawabarat 2018. Mulyadi mengaku, ingin menjadikan Gerindra menjadi partai terbesar di Jawa Barat. Dengan tegas, ia berjanji di hadapan seluruh kader Gerindra, jika sudah saatnya membayar utang menjadikan Prabowo menjadi presiden sesungguhnya. Terlebih, Jabar diklaim menjadi indikator lumbung suara dalam suksesi pemilihan presiden 2019. "Saya berharap dari awal dilantik saya dengan pengurus berdisduksi melakukan invetarisasi. Semangat dan frekuensi Prabowo harus selaras dengan kader yang berada di bawahnya," ujar dia.
Untuk mempersiapkan beberapa agenda politik, ia juga mengaku sudah menyerahkan program kerja dan tata kelola Partai Gerindra kedepan. Termasuk, potensi dan sejumlah permasalahan internal yang berada di tubuh partai besutan mantan Danjen Kopassus tersebut.
Ada tiga agenda penting yang telah dirancang Mulyadi untuk melebarkan sayap Partai Gerindra yakni pembenahan, optimalisasi dan pengembangan.
Ia ingin, semua aktivitas partai dilakukan berdasarkan objektivitas sesuai aturan main. Mulyadi menyarankan, agar kader Gerindra gentle dalam menghadapi setiap permasalahan. Bahkan, ia juga siap menerima laporan jika ada yang melanggar atau bermasalah. "Setiap ada laporan, selama berani bikin laporan tertulis disertai bukti, kita follow up. kita akan undang yang bersangkutan juga untuk hak jawab," bebernya.
Setelah itu, jika hasil jawabannya tidak sesuai dengan hasil yang dilaporkan, cara termudah untuk mengungkap sebuah fakta yakni dengan mengkonfrontir keduanya hingga dibentuk tim investigasi. Mulyadi meminta, agar kader tidak marah jika ada laporan DPC yang ditindaklanjuti dirinya. "Ini prinsip tata kelola partai. saya harap semua kader harus menjadi pendorong untuk menjalankan organisasi dengan baik," ujar dia.
Terkait dengan Rapimda, jauh sebelum rapat tersebut, ia sudah berkirim surat ke DPC Gerindra yang berada di wilayah, untuk meminta program kerja yang berada di masing-masing wilayah di Jawa Barat. Upaya yang dilakukan Partai Gerindra tak lain untuk mengakselerasikan DPC, DPD hingga DPP Partai Gerindra. "Rapimda ini menjadi area legitimasi program kerja kedepan. Saya berharap, tata kelola organisasi ini berjalan seperti apa yang saya sampaikan mulai dari pembenahan, optimalisasi dan pengembangan," ujarnya.
Sekretaris DPD Gerindra Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe menjelaskan, Prabowo sudah memberikan pengarahan perlunya kader Gerindra terbaik yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang. Dari hasil rapat tersebut, telah melahirkan banyak keputusan yakni terkait dengan struktural, dan bagaimana mewujudkan peningkatan perolehan kursi di DPRD provinsi di Jawa Barat yang semula 11 kursi ditargetkan meningkat menjadi 20 kursi. Sedangkan, untuk daerah dari total 27 DPC kota kabupaten yang semula 140 kursi, ditargetkan meningkat dua kali lipat menjadi 280 kursi. Sedangkan, hasil kesepakatan yang lain yakni tentang bupati maupun wakil bupati, walikota atau wakil walikota 16 kota yang akan melaksanakan Pilkada 2018, DPC Gerindra di Jawa Barat sepakat untuk mengusung kader internal Gerindra. Meskipun nantinya bukan dari internal Gerindra, partai tersebut sepakat untuk mengusung dari eksternal. Asalkan, memiliki komitmen untuk menjalankan visi misi dan cita-cita Gerindra. Di akhir rapat Rapimda Partai Gerindra Jawa Barat, suasana mendadak riuh. Terlebih, saat Ketua DPD Gerindra Jawa Barat saat memberikan sambutan secara spontan meminta agar Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, untuk turut serta dalam konstelasi pemilihan Gubernur Jawa Barat di tahun 2018 mendatang. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan wahana strategis untuk memenangkan setiap kesuksesan yang telah dilakukan bersama. "Yang paling heboh, saat pemilihan di DKI Jakarta. Spirit ini, harus dibawa ke Jawa Barat," ujar Deddy.
Menurutnya, Jawa Barat merupakan daerah yang dianggap paling membara. "Bakar Jawa Barat dengan semangat,"imbuhnya.
Deddy menegaskan, siapapun yang bakal menjadi gubernur, bupati atau walikota sudah tersirat sejak lahir. Tetapi, permasalahanya bagaimana menjemputnya agar dapat mendapatkan keberkahan. Menurutnya, semangat Kader Partai Gerindra merupakan kesadaran spirit yang sangat luar biasa. Ia menekankan, kekuasaan itu merupakan alat atau sarana untuk meningkatkan ibadah terhadap Allah SWT. "Luar biasa bajunya putih tapi semangatnya merah luar biasa. Mudah-mudahan pertemuan ini mendapatkan keridoan Allah SWT," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam sudah dipastikan untuk diusung dalam pemilihan walikota Bogor 2018. Sehingga, berbagai persiapan terus dimatangkan. Sopian yang juga wakil Ketua DPRD Kota Bogor itu menegaskan, untuk mewujudkan target peningkatan suara Gerindra, pihaknya memberikan peluang untuk partai lain bergabung dengan pihaknya. “Dari proses Rapimcab, hanya satu orang yang akhirnya siap untuk maju dalam Pilkada 2018, sehingga terpilihlah saya ketua DPC Gerindra Kota Bogor,” ujar Sopian.
Untuk proses selanjutnya, pihaknya akan bergerak cepat untuk memanaskan mesin partai dengan melakukan deklarasi dan membuat kesepahaman dan kesepakatan dengan DPD PKS Kota Bogor. “Keputusan sudah, tetapi kami belum tahu f1 atau menjadi f2, kami akan bentuk komunikasi politik dengan berkoalisi serta melakukan survey,” ujarnya. Dengan tegas, sambung dia, Prabowo memberikan arahan setelah sukses di DKI Jakarta, akan berkonsentrasi terhadap Pilkada di Jawa Barat. (ded/c)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Berkoar sekeras gledekpun sia sia. karena hanya 2 calon pasti akan memenangkan jabar. jadi bagusnya nasdem calon tak harus menjadi kadernya karena taada yg pantas dr kadernya yg dijadikan calon. dedi golkar sepertinya ia siap bersanding dgn emil

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template