10 Orang Tinggal di Gubuk Reot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 10 Orang Tinggal di Gubuk Reot

10 Orang Tinggal di Gubuk Reot

Written By Mang Raka on Kamis, 18 Mei 2017 | 15.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Kondisi memprihatinkan dialami Kencep (50) dan Lilis (35), keluarga miskin asal Kampung Tegal Enteh, Desa Citalang, Kecamatan Tegalwaru. Pasalnya, pasangan suami istri itu terpaksa harus tinggal berdesakan dengan delapan anaknya dirumah kecil tidak layak huni yang nyaris roboh.
Mirisnya, sampai saat ini, keluarga miskin tersebut belum pernah merasakan manisnya beberapa program Purwakarta Istimewa yang digulirkan oleh Pemkab Purwakarta. Jangankan rutilahu, program beas perelek juga raskin atau rastra yang selayaknya diterima keluarga miskin itu  tak juga datang. "Alhamdulilah, walaupun sudah reot dan mau roboh tetapi kami masih punya tempat tinggal," kata Lilis, kepada Radar Karawang, Rabu (17/5).
Lilis mengaku bukan tak mau mendapat bantuan. Ia sangat menginginkan rumah berukuran 4x7 miliknya diperbaiki. Namun apa daya, keterbatasan ekonomi membuatnya pasrah.
Lilis menceritakan, keluarganya sempat mendapat angin segar perbaikan rumah yang dijanjikan pemerintah desa. Kala itu, aparat desa meminta  Lilis melengkapi berkas dan persyaratan untuk dibuatkan rumah layak huni. Seperti halnya menyediakan persyaratan Kartu Tanda Pendudukan (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Ia beserta suami langsung mengurus persyaratan dengan harapan renovasi rumah jeleknya ini bisa direalisasikan. Tak perlu lama, seluruh persyaratan dia berikan kepada pegawai desa. Akan tetapi, waktu pun terus berganti. Janji tinggallah janji yang hingga detik ini belum berwujud dan terbukti. "Sudah empat kali pengajuan tetapi belum ada kejelasan. Ya mau gimana lagi hanya bisa pasrah," keluhnya.
Tak hanya disitu, derita warga RT 08, RW3, Kampung Tegal Enteh itu, seakan komplit setelah kondisi kesehatan Kencep terganggu akibat penyakit plek yang dideritanya. Sehingga mengakibatkan Lilis terpaksa harus banting tulang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. "Sudah tujuh bulan suami saya sakit saya terpaksa cari nafkah kuli tani dibantu anak," ujarnya.
Dirinya berharap, agar pemerintah dapat memperhatikan keluarganya, terlebih Lilis berharap bisa mendapat program rumah tidak layak huni. Hingga berita ini tulis, Radar Karawang belum bisa mengkonfirmasi pihak berwenang terkait kondisi memprihatinkan keluarga miskin tersebut. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template