Warga Nahdliyin Diminta Tetap Bentengi Umat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Nahdliyin Diminta Tetap Bentengi Umat

Warga Nahdliyin Diminta Tetap Bentengi Umat

Written By Mang Raka on Sabtu, 15 April 2017 | 12.30.00

TELAGASARI, RaKA - Tepat 16 rajab 1439 Hijriyah, organisasi besutan Hadratusyaikh KH Hasyim Asyari genap berusia 94 tahun. Menyongsong usianya yang ke 100, Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang KH Ahmad Ruhyat Hasby menyerukan warga Nahdliyin untuk terus memperjuangkan komitmen membentengi umat. Sebagai organisasi berhaluan Ahlusunnah Wal jamaah, panji-panji Nu harus terus kontinyu dikibarkan di Karawang.

"Belajar dari sejarah, sepatutnya semua warga Nahdliyin terus berjuang mengibarkan Panji NU sebagai benteng Ahlusunnah Wal Jamaah," seru Kiai alumni Pesantren Cipasung Tasikmalaya, KH Ahmad Ruhyat Hasby yang akrab disapa Uyan.
Menurut Uyan, sang pendiri NU, KH Hasyim Asyari secara simbolis menerima tongkat, tasbih dan lantunan ayat 17-23 surat Toha dari gurunya syaikhuna Kholil Bangkalan Madura yang santrinya KH Asad Syamsul Arifi. Lewat isyarat itu, Kakek dari KH Abdurahman Wahib bersama Kh Wahab Hasbullah Serta segenap ulama lainnya, membulatkan tekad  mendirikan jam'iyyah yang saat ini kita kenal.
Semenjak itu, nama NU, terus dikenal ke pelosok tanah air, bahkan menjadi garda terdepan yang menangkal faham Wahabi yang saat itu dipelopori penguasa Saudi waktu itu. "NU adalah aset besar bangsa Indonesia, karena sudah berkiprah untuk bangsa dan negara, baik era merebut kemerdekaan dan mempertahankannya hingga fatwa fenomenalnya resolusi jihad jadi letupan sejarah besar bangsa Indonesia," ujarnya.
Putra Almarhum KH Hasan Bisri Syafei ini menambahkan, NU berhasil mengikis habis komunisme yang nyaris menguasai negara, begitupun masa orde baru. Walaupun tanpa keadilan dari Negara, NU tetap berkiprah dalam bidang sosial keagamaan, tekanan rezim mengharuskan NU yang pada waktu itu berfusi kepada salah satu parpol, pada muktamar di situbondo Jawa Timur 1984, NU akhirnya keluar dari dunia politik dan kembali pada Khittah (garis haluannya) ditahun 1926 sebagai organisasi sosial kemasyarakatan. "Kini usia NU sudah 94 tahun, usia yang sudah sangat matang bagi sebuah organisasi karenanya menjadi benteng Ahlussunnah Wal Jamaah, menjadi sebuah keharusan," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template