Tradisi Nikah Gaya Sunda Dipertahankan di Cintalanggeng - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tradisi Nikah Gaya Sunda Dipertahankan di Cintalanggeng

Tradisi Nikah Gaya Sunda Dipertahankan di Cintalanggeng

Written By Mang Raka on Senin, 03 April 2017 | 13.30.00

PANGKALAN, RAKA - Indonesia merupakan Negara yang memiliki ribuan suku yang masing-masing memiliki adat istiadat sendiri. Adat istiadat ini juga sangat berpengaruh terhadap ritual prosesi pernikahan. Ritual prosesi pernikahan di Indonesia akan mengikuti darimana kedua pasangan itu berasal. Begitu pun dengan tata cara ritual pernikahan adat sunda yang kini mulai bergeser dan hampir hilang.

Akad nikah dilakukan pada hari yang telah ditetapkan oleh mempelai bersangkutan. Tradisinya adalah Rombongan keluarga dari calon mempelai laki-laki datang kedua keluarga kediaman calon mempelai perempuan dengan membawa mas kawin dan peralatan seperti seserahan. Sementara, Warga Kampung Cacaban, Desa Cintalanggeng masih kental menggunakan prosesi tersebut agar adat istiadat prosesi sunda masih terus berjalan dan bisa tetap di selenggarakan.
Kegiatan yang di lakukan pada acara pernikahan salah satu warga pun berjalan khidmat karena prosesi adat sunda pun berjalan dengan di sambut antusias warga.Beberapa ritual terselenggara seperti, Seserahan, memandikan penganten, dan sampai acara akad pernikahan. Tokoh masyarakat seni Kecamatan Tegalwaru, Siti Hamidah. Spd.  menerangkan pernikahan memang satu upacara sakral yang diharapkan sekali seumur hidup. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari yang paling simple, dan yang ribet karena menggunakan upacara adat. "Seperti pernikahan adat Sunda ini, kekayaan budaya tatar Sunda bisa dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor tapi tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat.Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan, mulai dari lamaran dan lainnya," ucapnya.
Lain lagi dengan, Yahya (55) tokoh seni sunda Kampung Sirnalanggeng menyampaikan, pandangan hidup orang Sunda senantiasa dilandasi oleh tiga sifat utama yakni saling asih, asuh dan saling asah atau secara literal diartikan sebagai saling menyayangi, saling menjaga, dan mengajari. "Ketiga sifat itu selalu tampak dalam berbagai upacara adat atau ritual terutama acara ngeuyeuk seureuh.(Injak daun sirih). Diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkan sebuah peribahasa kawas gula siga peueut (Bagaikan nira dan gulanya)  yang artinya saling menjaga mengasihi dan saling percaya," ucapnya.
Dirinya berharap dengan adanya kegiatan adat istiadat sunda, warga akan merasa bahwa adat ini bisa terus ada dan dipelihara. "Karena saat ini kondisinya semakin memperihatinkan lanataran tergeser oleh moderenisasi maka kulture ini mesti terus diselenggarakan agar diMinati kaum muda," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template