Sungai Karanggelam Ladang Usaha Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sungai Karanggelam Ladang Usaha Warga

Sungai Karanggelam Ladang Usaha Warga

Written By Mang Raka on Sabtu, 01 April 2017 | 15.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Aliran Sungai Karanggelam di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, selain memiliki fungsi sebagai irigasi persawahan ternyata juga merupakan ladang rejeki bagi sebagian warga yang mencari ikan.

Sebagian warga juga ternyata banyak yang berprofesi sebagai Pencari ikan baik dengan cara dijala atapun menggunakan stroom aki. Meski sebagian warga hanya menjadikan kerjaan sampingan, tapi ada juga yang menjadikannya sebagai mata pencaharian utama. Mereka bukan nelayan profesional dengan perlengkapan penangkap ikan. Mereka hanyalah nelayan tradisional yang cukup mengandalkan Serok atau jaring kecil atau stroom aki dengan di modifikasi menggunakan besi dan kawat yang di lilit dan kekuatan listrik di bawah stadar  untuk menangkap ikan. Hasil tangkapannya pun tidak banyak, cukuplah buat menghidupi keluarga sehari-hari.
Daris (32) penangkap ikan sungai memang bukan pekerjaan yang mudah, karena setiap hari dirinya harus berjibaku dengan air kali yang kotor penuh sampah. Pekerjaan ini memang terlihat menjijikan, Namun, dari sinilah mereka bisa mendapatkan uang. “Saya lebih suka bekerja seperti ini, kalau kerja disini santai tidak ada yang melarang apalagi yang mengatur-ngatur,” ujar Daris kepada RAKA.
Sesekali dirinya membenamkan badannya dan dengan cekatan tangannya langsung menyaring dengan serokan dan ikan - ikan kecil dari dasar sungai Karang gelam. Pendapatan dirinya mencari ikan memang tidak seberapa. Namun dia tetap bersyukur bisa menafkahi keluarganya, disamping itu mencari pekerjaan saat ini sangatlah sulit. “Yang penting pekerjaan saya halal, tidak melanggar hukum, dan saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” kata Daris sambil memilah ikan dan di masukan ke dalam ember kecil.
Daris bekerja dari siang menjelang sore, pasalnya ikan air tawar akan mudah keluar di waktu siang hingga Sore. Menurut dirinya terlalu berisiko jika mencoba mencari ikan tawar di sungai di malam hari, disamping penerangan tak cukup dan resiko lainnya. Setelah hasil yang didapat cukup, Daris pun bergegas pulang untuk membersihkan diri dan juga ikan-ikan hasil buruannya setelah baru ia menjualnya ke warga yang membutuhkannya yang memang sudah menjadi langganannya.
Bila terdapat Ikan sisa atau yang tidak laku terjual, biasanya dimanfaatkan untuk makan keluarganya. “Hasil pencarian hari ini saya mendapatkan dua plastik berukuran sedang, dan langsung saya bawa kerumah untuk dibersihkan, selesai di bersihkan  ikan-ikan ini langsung saya jual ke ke tetangga atau warga yang lain yang suka akan ikan sungai karena biasa sering di tunggu oleh mereka. Biasanya satu kilogram ikan sungai dihargai Rp. 15.000," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template