Rencana Flyover di Kosambi Batal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rencana Flyover di Kosambi Batal

Rencana Flyover di Kosambi Batal

Written By Mang Raka on Selasa, 11 April 2017 | 12.00.00

KLARI, RAKA - Rencana pembangunan jalan layang (flyover) di depan Pasar Kosambi tahun ini ternyata masih belum jelas kapan dilakukan, bahkan ada indikasi dibatalkan. Itu karena ada pembangunan jembatan yang lebih penting lagi di daerah Walahar.

Kepala Desa Duren Abdul Halim mengatakan itu, Senin (10/4). Dijelaskannya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari pemerintahan Dinas Bina Marga Kabupaten dan Dinas Binamarga Provinsi, pembangunan jembatan tepatnya di depan Pasar Kosambi dibatalkan. Pasalnya saat pertemuan terakhir pembahasan tentang rencana tersebut disalah satu hotel di Karawang, diperoleh keputusan pembangunan flyover tersebut tidak bisa dilakukan karena ada yang lebih penting dibanding hal tersebut. Yaitu pembagunan jalan layang yang berada di Walahar. "Jadi pembangunan flyover yang akan dibangun di depan Pasar Kosambi yang diperuntukan untuk infrastruktur jalan dan mengurangi kemacetan tersebut belum jelas," katanya.
Ditandaskan Halim, padahal jika dikaitkan dengan kemacetan yang terjadi di ruas jalan di depan Pasar Kosambi kemacetan yang terjadi bukan dikarenakan adanya pasar,
melainkan akses jalan yang menghubungkan antara Cikampek dan Karawang kota tersebut menjadi jalan akses pertama yang banyak digunakan oleh setiap pengendara yang melintas. "Kemacetan bukan karena adanya pasar ya, tetapi lantaran semua orang atau pengendara kendaraan roda dua maupun empat banyak yang melintas di jalan yang melintasi Pasar Kosambi," tuturnya.
Dia menjelaskan rencana adanya pembangunan jalan layang di lokasi pasar kosambi itu akan menghabiskan dana sebanyak 120 Miliar. Bukan hanya pihak Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) saja yang belum sepakat untuk pembangunan tersebut, namun warga setempat juga sempat ada wacana penolakan pembangunan flyover. "Untuk pembangunannya tahun ini atau tidak juga belum jelas, soalnya warga juga banyak yang menolak," ungkapnya.
Sementara yang terlihat di sepanjang jalan pasar Kosambi kemacetan yang terjadi setiap harinya tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari warga Karawang dan pengendara yang melintasnya. Banyak kendaraan yang bermuatan besar juga ikut mewarnai kemacetan tersebut.  "Tidak aneh lagi disini setiap sore pasti macet, kalau tidak mau macet pulangnya siang," kata Ahmad Saefudin, tukang ojeg yang mangkal di dekat Pasar Kosambi.
Selain banyaknya jumlah kendaraan dan buruknya fasilitas infrastruktur yang ada di sepanjang jalan juga menjadi penyebab kemacetan. Belum lagi kata dia jika melihat jumlah karyawan buruh pabrik yang pulang setiap sorenya. Maka tidak heran jika setiap jam 4 sampai jam 5 sore pemandangan Pasar Kosambi berubah menjadi kemacetan.
"Pertigaan jalan pasar kosambi juga banyak dilewati oleh pekerja pabrik, belum lagi mobil angkutan besar lainnya, macet banget kalau sore," ungkapnya.
Hal serupa dialami Sopian juga karyawan pabrik di daerah itu yang setiap harinya terpaksa harus melintasi jalan di depan Pasar Kosambi. Selama bertambahnya jumlah kendaraan yang terus semakin banyak jika tidak diimbangi pertambahan fasilitas infastruktur yang ada sampai kapanpun tidak akan ada selesainya. "Bagaimanapun kalau tidak ada upaya buat penambahan jalan dari pemerintah macet akan tetap ada dimana-mana belum lagi jalan yang rusak, perlu diperhatikan juga," tuturnya.
Sementar kabar akan diadakanya jembatan untuk solusi kemacetan jalan sampai saat ini belum juga dilaksanakan. Padahal kata Sopian kebadaan jembatan di pasar kosambi sangat dibutuhkan semua orang. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template