Relokasi Pasar Dengklok Belum Jelas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Relokasi Pasar Dengklok Belum Jelas

Relokasi Pasar Dengklok Belum Jelas

Written By ayah satria on Sabtu, 29 April 2017 | 13.00.00

 Pemkab Karawang Masih Cari Investor

BATUJAYA, RAKA- Rencana relokasi Pasar Rengasdengklok bisa jadi tidak akan terealisasi dalam waktu dekat. Pasarnya, saat ini Pemkab Karawang masih mencari investor dan tempat yang cocok untuk relokasi.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, mengatakan, dirinya mengakui untuk menangani permasalahan Pasar Rengasdengklok tidak semudah membalikan telapak tangan. Pihaknya masih berusaha untuk mencari investor dan lokasi yang tepat untuk relokasi pasar. "Untuk asar Rengasdengklok kita membutuhkan waktu, karena tidak semudah membalikan telapak tangan," katanya, Jumat (28/4) kemarin, saat ditemui Radar Karawang di acara Gebyar Paten di Kecamatan Batujaya.
Menurutnya, relokasi Pasar Rengasdengklok sudah tercantum dalam Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan sudah menjadi rencananya saat terpilih menjadi bupati. Namun, ketika ditanya kapan tepatnya bisa dilaksanakan relokasi, ia mengaku belum bisa menjawabnya. "Untuk lebih tepatnya tahun kapan, saya belum bisa menjabarkan secara detail, yang pasti 5 tahun kita memimpin, relokasi Pasar Rengasdengklok sudah menjadi rencana kami," terangnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Karawang Sri Rahayu Agustina, mempertanyakan sejauh mana persiapan relokasi Pasar Rengasdengklok. Dan untuk permasalahan sampah, ia masih menunggu hasil perda sampah karena saat ini penanganan sampah masih simpang siur dalam penanganannya yaitu oleh Dinas Cipta Karya atau Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. “Kita akan melakukan peneguran dan peanggilan kepada dinas terkait untuk membereskan permasalahan sampah yang ada di Pasar Rengasdrngklok,” paparnya.
Salah seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Fitiryah, merasa teragnggu dengan carut marut Pasar Rengasdengklok. Pasarnya, ia kerap kali terlambat masuk sekolah karena jalan yang seharusnya dipergunakan untuk pengguna jalan untuk melakukan aktivitas, justru terpakai untuk berjualan. “Harusnya tempat PKL itu menjadi trotoar tempat pejalan kaki melintas, tapi malah digunakan buat berjualan,” kata dia. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template